Akhir Bulan Ini, Harga Ayam Normal

daging ayam
Pedagang daging ayam
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id,BANDUNG-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat akan mengundang pedagang daging ayam dan peternak untuk duduk bersama. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan solusi terkait penyelesaian naiknya harga daging ayam.

Kepala Disperindag Jabar Ferry Sofwan mengatakan, dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak akan dimintai masukannya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Besok kami undang teman-teman pedagang ayam dengan para peternak di kantor kami, biar masing-masing pihak menyampaikan aspirasi,” kata Ferry saat menghadiri rapat paripurna HUT Jabar, di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Rabu (19/8/2015).

Dia mengakui, aksi mogok para pedagang hanya akan merugikan masyarakat. Pihaknya sudah mengantisipasi dengan menggandeng Bulog untuk menggelar operasi pasar murah. Namun, menurutnya OP ini bukan hal mudah mengingat harus ada izin dari Bulog Pusat di Jakarta.

Pihaknya pun mengambil langkah lain, yakni melalui komunikasi tersebut. “Jangan hanya mengandalkan OP, karena itu merupakan alternatif terakhir,” pungkasnya.


Di tempat yang sama, Kepala Dinas Peternakan Jabar Dody Firman Nugraha memperkirakan, harga daging ayam akan kembali normal pada akhir Agustus.

Hal ini terjadi karena para peternak telah memasuki masa panen. “Stok ayam akan berlimpah, sehingga akan mendorong penurunan harga daging ayam,” katanya.

Dia menduga ,harga daging ayam naik akibat pengurangan produksi DOC sebesar 20 persen. Kebijakan ini dilakukan saat bulan puasa lalu.

Menurutnya, penurunan ini dilakukan karena ‘breeding farm’ atau produsen DOC kerap mengalami ‘over suply’. Melalui penurunan produksi, diharapkan terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Dia menjelaskan, jumlah ‘breeding farm’ di Jabar mencapai 40 persen dari total keseluruhan di nasional. Produsen DOC di Jabar memasok kebutuhan provinsi lain bahkan hingga ke luar negeri.

Penurunan produksi DOC mendapat sambutan dari para peternak karena harga ayam di kandang sering merosot. Pengurangan produksi DOC menyebabkan harga ayam di peternak naik menjadi Rp 20 ribu per ekor.

Adapun ongkos produksi peternak mencapai Rp 18 ribu per ekor. “Margin yang diambil peternak Rp 2 ribu untuk setiap ekor masih dinilai normal,” katanya.

Selain karena penurunan produksi DOC, kenaikan harga daging ayam juga diduga akibat peternak memilih libur saat menjelang lebaran kemarin. Hal ini dilakukan demi meminimalisir kerugian.

“Menjelang lebaran, para peternak kerap merugi karena ongkos distribusi menjadi lebih tinggi dan lebih lama akibat terjebak kemacetan arus mudik,” katanya. Kondisi saat ini sangat merugikan pedagang.

Perbedaan harga di tingkat peternak dengan pedagang dianggap terlalu jauh. Hal ini diduga akibat rantai niaga yang terlalu panjang. (RadarBandung/agp)