Kurir Sabu Dibekuk

Petugas Satnarkoba Polrestabes Bandung memerlihatkan barang bukti paket narkoba siap jual saat gelar perkara di Mapolrestabes Bandung, kemarin (18/8/2015).
 Petugas Satnarkoba Polrestabes Bandung memerlihatkan barang bukti paket narkoba siap jual saat gelar perkara di Mapolrestabes Bandung, kemarin (18/8/2015).
Petugas Satnarkoba Polrestabes Bandung memerlihatkan barang bukti paket narkoba siap jual saat gelar perkara di Mapolrestabes Bandung, kemarin (18/8/2015).

POJOKJABAR.id,BANDUNG – ERH diciduk SatResNarkoba, setelah dari dirinya polisi mendapat tangan dirinya membawa sabu-sabu seberat 50 gram dengan jumlah rupiah senilai Rp 500 juta. Dikatakan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Suhermanto, ERH merupakan seorang kurir.

“Penangkapan tersangka berawal saat dia menawarkan kepada salah seorang tahanan di Sat Narkoba yang ditangkap sebelumnya dalam kasus yang sama beberapa waktu lalu,” kata Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (18/8/2015).

Yoyol mengatakan, ERH melakukan komunikasi dengan calon pembelinya menggunakan telefon genggam. Kemudian, lanjutnya, tim dari Sat Narkoba Polrestabes Bandung melakukan under cover buy dan janjian dengan tersangka ERH di kawasan Cihampelas sekitar pukul 19.00 WIB.

Setelah bertemu, lanjutnya, tim pun menangkap tersangka dan dari tangannya petugas menemukan barang bukti berupa satu tas selendang abu berisi satu klip bening berisi sabu sabu seberat 38,14 gram, delapan paket berisi sabu sabu seberat 8,74 gram, satu timbangan elektrik dan satu bungkus rokok.


“Dari keterangan ERH, dirinya mengaku mendapatkan barang dari EMP,” kata Yoyol

EMP sendiri dari pengakuan tersangka, Yoyol mengungkapkan, seseorang yang ada di dalam Lapas. Tersangka hanya disuruh mengantarkan pesanan dengan cara ditempel di suatu tempat yang sudah dijanjikan.

Menurutnya, dari setiap gram tersangka menerima upah Rp 40 ribu, dan dalam sebulan tersangka bisa meraup untung hingga Rp 4 juta. Selain mengantar barang, tersangka juga sering mengonsumsi barang haram tersebut.

Ia menambahkan, modus tersangka dalam menempelkan barang haram tersebut biasanya di tempat-tempat yang aktifitas orangnya banyak, seperti di rumah sakit.

“Untuk kelabui petugas, sabu itu juga dibungkus seperti permen,” ujarnya.

Dikatakan Yoyol sampai saat ini pihaknya masih akan mengembangkan kasus ini dan akan melakukan pengecekan terhadap EMP yang dikatakan tersangka berada di lembaga permasyarakatan.

ERH kini mendekam di ruang tahanan Polrestabes Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ERH diancam pasal 112 ayat dua UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotik dengan hukuman diatas lima tahun penjara.

(RadarBandung/sar)