Dua Pembobol ATM Dibekuk

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id,RANCAEKEK – Dua pelaku spesialis pembobol mesin ATM dibekuk jajaran Polsek Rancaekek beserta Satreskrim Polres Bandung, setelah keduanya melakukan aksinya di ATM Bank BNI di Kawasan rancaekek, 13 Agustus lalu.

Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan mengatakan pelaku berinisial IR alias ISL ,26, dan TM Alias D ,30, ditangkap ketika sedang melaksanakan aksinya. “Modus yang dilakukan oleh pelaku yaitu salah seorang pelaku menemprot CCTV di dalam ATM dengan mengugnakan cat semprot dan seorang pelaku membongkar ATM menggunakan obeng dan kapak,” tutur Erwin, Selasa (18/8/2015).

Dipaparkannya, setelah IR menyemprot kamera CCTV, dia kemudian mengawasi keadaan ketika YM membongkar cover mesin ATM. Namun, saat keduanya sedang beraksi Petugas kepolisian berhasil mencium aksi pembobolan tersebut. “YM langsung ditangka di tempat kejadian, sementara IR sempat melarikan diri tapi berhasil kami kejar dan tangkap,” katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya memang pelaku kejhaatan spesialis pembobol AtM, bahkan mereka pernah melakukan aksinya di beberapa tempat. “Saat beraksi, mereka menggunakan kendaraan roda dua karena yang diambil tempat uangnya saja. Tapi belum sempat mengambil, keburu tertangkap,” katanya.


Tidak tertutup kemungkinann kedua pelaku pembobol ATM tersebut tergabung dalam jaringan yang lebih besar di wilayah Bandung Raya. Oleh sebab itu, Polres Bandung terus melakukan pengembangan kasus tersebut.

Selain mengamankan dua tersangka, petugas pun mengamankan barang bukti berupa satu buah kaleng pilox kosong warna gold, satu kampak, satu obeng, satu pasang sarung tangan dan satu kantong plastik berwarna hitam. Tersangka pun dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

“Kegiatan seperti ini akan mepengaruhi situasi, apalagi jelang Pilkada, kami ingin terus mengembangkan kasus ini. Bagi pelaku-pelaku yang belum tertangkap tentu akan terus kami kejar. Selama pelaksanaan ini kami harapkan situasi kondusif,” pungkasnya.

Sementara Pimpinan Kantor Cabang Utama (KCU) Majalaya, Dien Arya Tantri mengatakan, sebelumnya kejadian serupa sempat terjadi di Majalaya meski tidak separah yang di Rancaekek.

“Yang di bawah pengelolaan KCU Majalaya ada 41 ATM. Untuk jumlah uang di ATM itu bisa mencapai Rp 800 juta. Tapi untungnya pihak kepolisian bisa cepat menangkap sebelum tersangka mengambilnya,” ujar Tantri.

Kerugian secara materil, kata dia, kerusakan Digital Video Recorder (DVR), Boot ATM, Cover dan satu CCTV dengan total kerugian mencapai Rp 45 juta.

(RadarBandung/mld)