Bandung Siaga 1 Kebakaran

ilustrasi-kebakaran
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id,BANDUNG-Bandung Siaga 1 Kebakaran dampak dari kemarau panjang karena banyaknya kebakaran yang terjadi di Kota Bandung. Hal ini membuat Kepala Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ferdi Ligaswara menetapkan Kota Bandung siaga 1 kebakaran. Status ini ditetapkan semenjak musim kemarau datang dua bulan yang lalu.

“Mengingatkan kepada masyarakat bahwa siaga 1 masih berlaku dan belum dicabut,” ujar Ferdi.

Selama musim kemarau terjadi 42 kebakaran di Kota Bandung. Sedangkan jika pada bulan lainnya kebakaran hanya terjadi satu kali seminggu.  “Angka kebakaran masih tinggi, selama dua bulan terakhir ini ada 42 kebakaran. Biasanya kalo bulan biasa sekitar satu minggu,” kata Ferdi.

Kebakaran yang terjadi biasanya disebabkan karena panasnya cuaca, sehingga memicu adanya hubungan arus pendek dan tidak tersedianya APAR (alat pemadam api ringan) di rumah rumah warga.


“Mayoritas disebabkan hubungan arus pendek. Cuacanya terlalu menyengat jadi panas sekali. Dirumah warga juga masih sedikit yang punya APAR,” tutur Ferdi.

Ferdi mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bandung agar memiliki APAR di rumahnya agar bila terjadi kebakaran dapat dilakukan pemadam segera dengan APAR. Ferdi mengaku, pihaknya tidak menyediakan APAR untuk diperjual belikan,  namun masyarakat tidak perlu khawatir karena APAR terjual bebas di toko-toko. “Harga APAR paling murah Rp400 ribu, bukan didapatkan dari Damkar bisa dibeli di toko atau cari di internet,” jelas Ferdi.

Ferdi menyayangkan, masyarakat tidak menyiapkan APAR di rumah masing-masing. Padahal, resiko yang ditimbulkan oleh kebakaran cukup tinggi, masyarakat lebih memilih membeli peralatan elektronik yang mahal, daripada menyediakan APAR di rumahnya.

“Padahal lebih murah membeli APAR 1 unit, ketimbang membeli smartphone. Manfaatnya juga lebih besar APAR,” sesalnya.

(RadarBandung/mur)