Kyai Sofyan Yahya Larang Santrinya Berpolitik

Bakal Calon Bupati Bandung KH Sofyan Yahya dan pasangannya Agus Yasmin ketika mendaftar ke KPU beberapa waktu lalu.
Bakal Calon Bupati Bandung KH Sofyan Yahya dan pasangannya Agus Yasmin ketika mendaftar ke KPU beberapa waktu lalu.
Bakal Calon Bupati Bandung KH Sofyan Yahya dan pasangannya Agus Yasmin ketika mendaftar ke KPU beberapa waktu lalu.

POJOKJABAR.id,MARGAASIH–  Majunya Kyai Sofyan Yahya dalam Pilkada Bandung tidak mempengaruhi aktivitas belajar santri dan siswa Darul Maarif yang dipimpinnya.

“Proses kegiatan belajar baik santri maupun siswa tetap berjalan seperti biasanya, majunya kyai (Sofyan Yahya) dalam Pilkada Bandung tidak berimbas pada kegiatan belajar,” tutur Wakamad Bidang Humas Darul Maarif Badrianto, Jumat (14/8/2015).

Seluruh civitas akademik Darul Maarif juga tidak cemas akan terbengkalai jika Sofyan Yahya akan disibukan dengan aktivitas kampanye dalam beberapa bulan ke depan atau nanti jika dia terpilih menjadi Bupati Bandung.

Tidak adanya rasa khawatir akan terbengkalainya Darul Maarif bukan tanpa alasan. Menurut Badrianto sosok Sofyan Yahya bukanlah orang yang mudah melepaskan tanggung jawabnya.


“Beliau kan pernah menjadi anggota DPD RI selama dua periode. Selama itu, Darul Maarif tidak terganggu dan masih terurus, begitupun pekerjaan beliau di DPD RI. Selama 10 tahun menjadi anggota DPD RI pengajian rutin yang diisi beliau juga terus berjalan. Jadi kami yakin kalaupun terpilih, tidak akan mempengaruhi terhadap proses belajar di sini,” ujarnya.

Walaupun Sofyan Yahya merupakan pimpinan Darul Maarif, tambah Badrianto, Darul Maarif mempunyai manajemen sendiri, baik pesantren, MTs maupun Aliyah. Sehingga seluruh kegiatan pembelajaran terus berjalan sesuai kurikulum yang berlaku.

Bahkan, Sofyan Yahya juga tidak melibatkan Darul Maarif dalam ruang politik untuk pemenangan Pilkada.

“DM itu lembaga pendidikan bukan politik, jadi sama sekali tidak dilibatkan dalam pemenangan,”tegasnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Putra Sofyan Yahya yakni Abdul Muhit, menurutnya, Darul Maarif tidak dilibatkan dalam pemenangan Pilkada Bandung. Untuk penggalangan suara sudah diurus oleh koalisi partai politik.

“Bapak itu maju dalam Pilkada diminta oleh Partai, jadi untuk tim pemenangan juga dibentuk dari Koalisi Barokah,”ujarnya.

(RadarBandung/mld)