Bidik Eliminasi 1.250 Anjing Liar

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id,NGAMPRAH – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan mengeliminasi 1.250 ekor anjing liar pada tahun 2015. Eliminasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya serangan anjing liar kepada manusia. Demikian diungkapkan Kepala Disnakan KBB, Adiyoto di Ngamprah, Jumat (14/8/2015). Eliminasi terhadap anjing liar di KBB setiap tahun jumlahnya selalu menurun.

“Eliminasi ini sangat penting dalam upaya mencegah gigitan binatang liar yang mengidap penyakit. Sekalipun Kabupaten Bsndung Barat  tidak ditemukan rabies tapi daerah di Jawa Barat masih ada yang belun bebas rabies, seperti Kabupaten Garut,” ungkapnya.

Anjing yang sudah tidak dipelihara lagi oleh pemiliknya kemudian masuk ke dalam hutan untuk mencari makanan. Pada waktu tertentu anjing liar yang sudah berkoloni akan masuk pemukiman penduduk yant berdekatan dengan kawasan hutan ataupun daerah perbukitan.

Anjing liar banyak ditemukan di daerah pelosok,  seperti wilayah Selatan  dan sejumlah kecamatan yang berdekatan dnegan kawasan hutan.  Biasanya anjing liar itu tadinya merupakan binatang piaraaan namun karena tidak terurus akhirnya dibiarkan berkeliaran.  “Biasanya anjing liar turun gunung pada musim kemarau seperti sekarang.  Untuk mencari makan ataupun  mencari air di pemukiman penduduk,” ungkapnya.


Sementara itu jumlah anjing peliharaan yang tercatat pada Disnakan Kabupaten Bandung Bsrat sebanyak 3700 -an ekor. Penyuluhan kepada pemilik anjing supaya tidak melepasliarkan hewan peliharaannya itu. “Alhamdulillah berkat sosialisasi kepada para pemilik anjing mampu menekan jumlah anjing liar. Mereka sadar harus memberikan vaksin dan merawat anjing kesayangannya dnegan baik biar terbebas dari rabies,” ujarnya.

Sepanjang tahun ini di KBB terjadi empat kasus gigitan anjing dan satu kasus gigitan monyet. Serangan monyet terhadap manusia di Kabupaten Bandung Barat merupakan kejadian pertama di tahun ini. Serangan hewan pada manusia yang tercatat di  Disnakan Kabupaten Bandung Barat sepanjang tahun 2015 dilakukan oleh anjing.

“Ada lima korban serangan anjing, di Kecamatan Cikalongwetan, Ngamprah, dan Batujajar. Anjing yang telah menggigit manusia itu kita observasi selama 14 hari untuk mengetahui ada tidaknya virus rabies. Karena hasilnya negatif, maka anjing-anjing kita beri vaksin,” pungkasnya.

(RadarBandung/cr8)