Gara Gara Sabu Pengusaha Burung Walet Diciduk

narkoba
Ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id,BANDUNG – Subdit III Ditresnarkoba Polda Jabar tangkap seorang pengusaha sarang burung walet berinisal Ma Alias Todong (43), karena memiliki atau menyimpan narkoba jenis sabu seberat 50 gram atau senilai Rp 100 juta.

Direktur Resnarkoba Polda Jabar Kombes Pol Ermi Widiatno didampingi Kasubnit III AKBP Yoslan kepada wartawan di Mapolda Jabar, Rabu (12/08) mengatakan, tersangka Ma tercatat sebagai warga Jalan Jend Soedirman, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Arjamukti, Kota Cirebon.

“Ma ditangkap anggota kami pada Minggu (9/8) malam lalu, di kediamannya. Saat ditangkap tersangka tertangkap tangan sedang menggunakan sabu,” terangnya.

Masih dikatakannya, penangkapan terhadap tersangka merupakan target oprasi Ditresnarkoba Polda Jabar. Bahkan untuk menangkap tersangka polisi harus mengintai selama satu minggu.


“Tersangka merupakan To kami. Setelah ada kesempatan untuk membekuk tersangka, kami pun tidak membuang waktu yang akhirnya tersangka pun dapat diamankan berikut dengan barang buktinya sabu seberat 50 gram berikut alat hisap,” ujar Ermi.

Menurut keterangan tersangka, lanjutnya, sabu miliknya itu didapat dari seseorang bernama Abang yang telah dinyatakan sebagai daftar pencarian orang Ditresnarkoba Polda. Dan tersangka kenal dengan Abang melalui kenalanan saat dirinya berada di dalam rutan kebon waru.

“Tersangka merupakan residivis dengan kasus yang sama dan baru keluar tahun 2014. Tersangka sudah memesan ke Abang sebanyak 4 kali. Dan barang pesanan itu oleh Abang di drop di pintu keluar tol Bekasi Barat, yang kemudian oleh tersangka diambilnya dengan tempat yang telah ditentukan DPO Abang,” terangnya, seraya menambahkan, sebelum barang tersebut didrop oleh Abang, tersangka mentransferkan sejumlah uang ke nomor rekening yang telah ditentukan oleh Abang.

“Tidak hanya tempat pengiriman barang yang selalu berubah. Nomor rekening pun untuk pembayaran pembelian sabu pun kerap berubah,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, lanjutnya, Todong dijerat pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal selama 20 tahun dan pidana denda paling besar Rp 10 miliar.

(RadarBandung/sar)