Jelang Pilkada, Isu Pembentukan KBT Mencuat

ilustrasi PILKADA
ilustrasi PILKADA
ilustrasi PILKADA

POJOKJABAR.id,BANDUNG–¬† Menjelang Pilkada Kabupaten Bandungn isu pembentukan Kabupaten Bandung Timur kembali mencuat. Terjadi pro kontra akan isu tersebut.

Ketua Paguyuban Bandung Selatan (PBS) Zenal Arifin memandang jika muncullnya isu Pembentukan Kabupaten Bandung Timur dijadikan komoditas politik jelang pilkada oleh tokoh-tokoh di wilayah tersebut. Sejatinya, pemekaran suatu wilayah harus berdasarkan kajian secara komprehensip dengan melihat berbagai aspek.

“Bicara kajian pembentukan wilayah, jangan hanya wilayah yang dimekarkan saja yang dinilai mampu berdiri sendiri, tapi juga harus melihat kemampuan wilayah yang akan ditinggalkan. Kalau bicara Bandung timur, ya harus juga dikaji dii sana saja, tapi juga di selatan juga harus dilibatkan, apakah masyarakat di semua wilayah menyetujui pembentukan Kabupaten Bandug timur atau tidak,”tutur Zenal, selasa (11/8/2015).

Zenal mencurigai, jika kemunculan kembali isu pembentukan Kabupaten Bandung Timur dikarenakan jelang pilkada saja.


“Harus melibatkan dan berdasarkan keinginan semua masyarakat. Ini bukan sekedar kepentingan masyarakat di Timur saja, tapi kepentingan semua pihak di Kabupaten Bandung,”ujarnya.

Sehingga, kata Zaenal, PBS dengan tegas menolak wacana pemekaran KBT tersebut. Selama tidak memiliki parameter yang jelas dengan kajian komprehensif. Melibatkan semua masyarakat Kabupaten Bandung, bukan sekedar keinginan kalangan elit. Serta dijadikan komoditas politik semata.

“Jelas kami dari PBS menolak wacana pemekaran KBT itu. Karena bukan kepentingan masyarakat secara utuh. Sehingga, jangan sampai gara-gara kepentingan elit, rakyat malah menderita,”katanya.

Sementara itu, Bakal Calon Wakil Bupati Bandung, Agus Yasmin, menilai jika pembentukan Kabupaten Bandung timur sebenarnya sudah disetujui oleh DPRD Kabupaten Bandung semasa dirinya menjabat Ketua DPRD perioe2004-2009, namun belum sempa dibawa ke rapat paripurna karena masa jabatan periode tersebut sudah habis.

“DPRD periode 2004-2009, memberikan memo kerja persetujuan pembentukan Kabupaten Bandung Timur kepada Ketua DPRD baru (periode 2009-2014) untuk ditindak lanjuti,”tutur Agus, Selasa (11/8).

Sebelum memberikan memo kerja, DPRD periode 2004-2009 memnag sudah membentuk panitia khusus pembentukan Kabupaten Bandung Timur atas desakan dari masyarakat termasuk para anggota DPRD dari daerah pemilihan wilayah Bandung timur.

“Akibat desakan itu sehingga DPRD membentuk panitia khusus yang isinya dibawa ke Panitia Musyawarah atau kini disebut Badan Musyawarah. Hasil Badan Musyawarah menyetujui adanya pembentukan Kabupaten¬† Bandung Timur, namun kami tak sempat membawa ke rapat paripurna karena masa jabatan habis,” ucapnya.

Berbagai persiapan juga telah dilakukan untuk pembentukan Kabupaten Bandung timur, termasuk kajian akademik dari perguruan tinggi dengan hasil wilayah tersebut sudah layak menjadi Kabupaten sendiri.

Namun, hingga saat ini pembentukan Kabupaten Bandung timur belum juga terbentuk karena berbagai alasan. Bahkan malah Kabupaten Bandung Barat yang terbentuk, padahalk hasil kajian akademik menyatakan belum layak, namun karena dorongan dari masyarakat sangat kuat sehingga wilayah Barat berpisah dari Kabupaten Bandung.

“Hanya waktu itu penggerak pembentukan Kab. Bandung Timur lebih banyak dari kalangan politisi dan anggota DPRD yang kemudian dikooptasi sehingga sampai sekarang belum terwujud,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Agus Yasmin pembentukan Kabupaten Bandung timur bisa terus berlanjut jika dorongan dari masyarakat sangat kuat, bahkan tidak perlu lagi menempuh proses dari nol karena berbagai kajian sudah dilakukan jauh-jauh hari.

“Misalnya, tiap-tiap Badan Perwakilan Desa mengeluarkan surat rekomendasi dan dukungan terbentuknya Kab. Bandung Timur sesuai dengan peraturan terbaru. Bandung Timur sudah layak menjadi wilayah tersendiri apalagi setelah enam tahun ini pasti banyak perkembangan,” ujarnya.

Hanya, Agus Yasmin mewanti-wanti agar pembentukan daerah otonom baru untuk kesejahteraan masyarakat dan mendekatkan pelayanan bukan berebut kursi DPRD maupun kursi pejabat di daerah baru.

“Saya kira Bandung Timur akan lebih maju sebab banyak potensi mulai dari kawasan Bandung utara, panas bumi, wilayah industri, sampai pertanian. Bandung Timur meliputi 15 kecamatan dari Kertasari sampai Nagreg, dan Cileunyi sampai Cimenyan dan Bojongsoang,” ujarnya.

Selain itu, apabila Bandung Timur terwujud tak perlu membangun pusat pemerintahan yang megah dan mewah karena rentang kendali dan pelayanan bisa memanfaatkan teknologi.

“Lebih baik anggaran yang ada untuk pembangunan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat lainnya daripada membangun kantor,” ucapnya.

(RadarBandung/mld)