Dua Pengedar Sabu dan Ekstasi Diringkus

pelaku
Ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id,BANDUNG-AS (33) dan HS (29) harus merasakan dinginnya jeruji besi, setelah dari keduanya kedapatan memiliki 2,5 gram sabu-sabu dan ratusan butir pil ekstasi senilai ratusan juta rupiah. AS dan HS di ringkus Subdit II Unit IV Ditres Narkoba Polda Jabar beberapa waktu lalu.

Kasubdit II Ditres Narkoba Polda Jabar, AKBP Nugroho Arianto, mengatakan, penangkapan kedua tersangka ditangkap setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari masyarakat terkait peredaran narkoba di wilayah Bogor.

Lanjut Nugroho, setelah dilakukan pengintaian anggota yang melakukan under cover buy di wilayah Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, meringkus kedua tersangka dengan barang bukti berupa sabu-sabu dan ekstasi yang disimpan dalam sebuah tas.

Setelah dilakukan interograsi singkat, tersangka mengaku jika dia mendapatkan barang berupa sabu-sabu seberat 10 gram dan 300 butir pil ekstasi.


“Tapi setelah digeledah hanya didapati 6 gram sabu dan 93 butir ekstasi. Diduga sisanya dipakai oleh tersangka dan telah dijual,” katanya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (11/8/2015).

Dari hasil penyelidikan barang haram tersebut dijual di beberapa tempat hiburan dan hotel wilayah Kabupaten Bogor. Untuk sabu tersangka jual dengan paketan kecil senilai Rp 1,5 juta pergram, sementara ekstasi dijual Rp 500 ribu persatu butir.

“Salah seorang tersangka, AS (33), seorang residivis yang terakhir keluar penjara pada tahun 2009 dengan kasus yang sama,” ungkapnya.

Kini pihak kepolisian masih memburu dua DPO berinisial I dan F. Selain itu polisi juga masih melakukan pencarian terhadap barang bukti sabu-sabu dan ekstasi warna coklat muda bergambar hati yang biasa disebut First Love yang diduga dikendalikan dari salah satu lapas di Jabar.

Saat ini kedua tersangka telah ditahan di Rutan Mapolda Jabar. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) Pasal 112 ayat (2) dan Pasal ?127 ayat (1) huruf a UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(RadarBandung/sar)