Curi Upal Kemudian Masuk Bui

polisi memeriksa kejiwaan suami yang melindas istri di Garut dengan truk (ilustrasi)
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id,BANDUNG-Epi Daman Karnawan (29) warga Kp. Nengkelan Desa Pasirpari Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung dan Uus Lukman Mahdi Husnidaya Alias Anjani (23) warga Kp. Cangkring Desa Cangkring Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung diciduk anggota Polsekta Regol setelah dari keduanya kedapatan memiliki uang palsu (Upal) sejumlah Rp 700.000, Senin (10/8/2015) malam.

Kapolsekta Regol Kompol Fauzan, mengatakan salah satu pelaku ditangkap saat anggota polsek sedang laksanakan razia. Setelah mendapati adanya kepemilikan Upal, salah satu pelaku Epi pun langsung diboyong ke polsekta Regol untuk dimintai keterangan.

“Dari keterangan Epi ini, kita mendapatkan keterangan bahwa dirinya mendapatkan uang palsu dari salah seorang temannya, yang diketahui bernama Anjani, begitu dapat informasi kita langsung lakukan pengembangan untuk menangkap Anjani, tak butuh waktu lama, Anjani pun berhasil kita amankan,” kata Fauzan kepada wartawan di Mapolsekta Regol, Selasa (11/8/2015).

Fauzan menuturkan berdasarkan keterangan Anjani, dirinya mendapat upal tersebut dari tamunya kencannya seorang laki-laki yang tidak dikenal Anjani, sebagai pembayaran telah menemani tidur.


“Jadi saat mereka tidur bersama, Anjani ini diberi upah sebesar 200 ribu upal, namun Anjani ini juga tangan panjang dia, saat tamu dia sedang tidur, dia juga merogoh saku celana si tamu ini dan hasilnya ia pun mendapatkan upal sebesar 500 ribu,” tutur Fauzan.

Setelah menemani tamu tersebut, lanjut Fauzan Anjani yang saat itu sedang bersama Epi, meminta Epi untuk membelanjakan uang tersebut, namun saat Epi membelanjakan uang tersebut, di tolak oleh pemilik warung karena pemilik mengetahui bahwa itu uang palsu.

“Tak kalah akal, setelah mengetahui uang tersebut merupakan uang palsu, Anjani menyuruh Epi untuk menukarkan atau membelikan upal palsu tersebut ke tempat lainnya. Namun belum sempat kembali untuk menukarkan Upal tersebut, Epi ini keburu ketahuan petugas kepolisian,” jelas Fauzan.

Dari penangkapan keduanya polisi mengamankan barang bukti sejumlah uang palsu sebanyak tujuh lembar dengan nominal per-lembarnya sebesar Rp. 100.000.

Anjani mengatakan, tamu yang mengencaninya tersebut bukan pelanggan tetap dirinya.

“Saya gak kenal, saya juga baru dapat pelanggan yang membayar saya dengan uang palsu,” kata Anjani yang sebelum pernah merasakan dinginnya penjara atas kasus curat dan curas ini.

Sedangkan Epi yang keseharian bekerja sebagai supir angkutan umum dengan trayek Ciparay-Tegalega, mengaku dirinya hal di minta menukar uang palsu tersebut.

“Saya mah cuma di mintai tolong saja, kalau hasil nanti saya di bagi,” kata Epi.

Anjani dan Epi saat ini diancam pasal 244 KUHPidana tentang memalsukan mata uang kertas negara serta uang kertas bank, dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara.

Guna menekan peredaran upal di wilayah Regol, Fauzan mengatakan dirinya masih akan melakukan pengembangan dalam kasus upal ini. Dirinya masih akan melakukan pengejaran terhadap tamu tidur Anjani yang memberikan upal pada Anjani. (sar)