Waduh, PKL Bandel Diancam Denda Rp50 Juta

Petugas Satpol PP Kota Cimahi terlibat adu mulut dengan PKL saat penertiban PKL di kawasan sepanjang Jln. Amir Machmud, Senin (10/8). Penertiban PKL juga berlanjut ke Jln. Gatot Subroto, dan ke kawasan Leuwigajah.
Petugas Satpol PP Kota Cimahi terlibat adu mulut dengan PKL saat penertiban PKL di kawasan sepanjang Jln. Amir Machmud, Senin (10/8). Penertiban PKL juga berlanjut ke Jln. Gatot Subroto, dan ke kawasan Leuwigajah.
Petugas Satpol PP Kota Cimahi terlibat adu mulut dengan PKL saat penertiban PKL di kawasan sepanjang Jln. Amir Machmud, Senin (10/8/2015). Penertiban PKL juga berlanjut ke Jln. Gatot Subroto, dan ke kawasan Leuwigajah.

POJOKJABAR.id,CIMAHI – Satpol PP Kota Cimahi melakukan operasi penertiban trotoar dan bahu jalan dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Dalam penertiban ini, Satpol PP menyisir mulai batas kota di wilayah Cibereum hingga pukul 22.00 WIB ke kawasan sepanjang Jln. Amir Machmud, lalu Jln. Gatot Subroto, dan ke kawasan Leuwigajah.

Kasatpol PP Kota Cimahi, Aris Permono menuturkan, pihaknya melakukan operasi untuk menertibkan bahu jalan dari para PKL. Pada operasi kali, banyak kedapatan para PKL ditertibkan merupakan PKL yang sebelumnya sudah sering ditertibkan.

“Ini operasi yang kebeberapa kalinya, hasilnya yang kita kena operasi ini adalah PKL yang sebelumnya sudah kena tilang. Rata-rata yang kena tilang paling sedikit dua kali yang kita kena sekarang,” ujarnya, Senin (10/8/2015).

Aris menuturkan, ternyata setelah sidang sebelumnya, tidak ada pengaruhnya bagi para PKL ini. Hasil wawancara yang kita lakukan, para PKL tersebut mengakui bahwa ini kali kedua dirinya ditilang. “Kita periksa KTP nya, setelah kita wawancarai ternyata ini kali kedua dia kena tilang,” tuturnya.


Aris menjelaskan, sidang akan dikenakan dengan denda yang maksimal. Hal ini untuk memberikan efek jera terhadap para PKL. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ketua Pengadilan maupun Ketua Panitra, supaya denda nya ini disesuaikan dengan aturan yang ada.

“Kalau biasanya kami kenakan Rp 61.000, kita akan kenakan tinggi sekali. Dalam Perda nya itu, dendanya maksimal Rp 50 juta. Apabila tidak bisa membayar, mereka akan dikenakan hukuman kurungan selama tiga bulan,” jelasnya.

Aris menambahkan, masih banyaknya PKL yang kembali berdagang di trotoar dan bahu jalan, sebetulnya para PKL mengetahui, namun memang mereka membandel dengan kembali berjualan di trotoar dan bahu jalan. “Mereka sebetulnya menyadari, tapi memnag membandel tidak ada efek jera. Maka itu dendanya kita sesuaikan dengan peraturan tinggi dengan maksimal,” ucapnya.

Lebih lanjut Aris mengatakan, pihaknya melakukan penindakan ini bukan karena berdagangnya atau tidak boleh berdagang, melainkan pelanggarannya yang menggunakan trotoar jalan untuk berdagang. “Jadi silahkan para PKL kalau mau berdagang, tapi tolong jangan melanggar aturan-aturan Perda yang ada di Kota Cimahi,” ujarnya.

Aris berharap, dengan akan dikenakan denda yang maksimal ini, diharapkan para PKL bisa jera dan tidak melanggar Perda Cimahi. Karena tujuan ini untuk ketertiban umum, sehingga pengguna jalan tidak terganggu, dan jalanan-jalan tidak terhalang.

“Mudah-mudahan dengan akan dikenakan denda yang tinggi ini, mereka bisa jera untuk tidak melanggar. Diharapkan para pedagang mencari tempat-tempat yang tidak melanggar,” ungkapnya.

(RadarBandung/cr7)