Penusuk Anjal Berhasil Ditangkap

Kapolsek Regol Kompol Fauzan (kiri) menunjukkan barang bukti pada kasus penganiayaan yang menyebabkan korban Adji alias Dian (24) tewas yang di gelar di Mapolsekta Regol, Jalan Moh. Toha, Senin (10/8/2015).
Kapolsek Regol Kompol Fauzan (kiri) menunjukkan barang bukti pada kasus penganiayaan yang menyebabkan korban Adji alias Dian (24) tewas yang di gelar di  Mapolsekta Regol, Jalan Moh. Toha, Senin (10/8/2015).
Kapolsek Regol Kompol Fauzan (kiri) menunjukkan barang bukti pada kasus penganiayaan yang menyebabkan korban Adji alias Dian (24) tewas yang di gelar di Mapolsekta Regol, Jalan Moh. Toha, Senin (10/8/2015).

POJOKJABAR.id,BANDUNG – Unit Reskrim Polsekta Regol, ungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan korban Adji alias Dian (24) warga Bojong Koneng Rt 03 Rw 08 Kelurahan Pulo Gebang, Kec Cakung, Jakarta Timur, tewas beberapa waktu lalu.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan pelaku penganiayaan, Darwansyah alias Pale (27) warga tiga dusun Dalam Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Pengungkapan tersebut disampaikan Kapolsek Regol Kompol Fauzan.

“D alias Pale ini di tangkap di daerah di daerah Panghegar, Gedebage pada Minggu (9/8/2015) malam kemarin sekira pukul 22.00. Dirinya sempat melakukan perlawan, maka dari itu kami lumpuhkan kaki pelaku dengan timah panas,” kata Fauzan kepada wartawan di Mapolsekta Regol, Jalan Moh. Toha, Senin (10/8/2015).

Dikatakan Fauzan kronologis kejadian penganiayaan terhadap korban Adji dilakukan Pale tersebut, pada 27 Juli 2015 kemarin. Pale yang saat itu bersama D yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), pergi ke tempat kejadian perkara di jalan Dewisartika belakang gedung ITC Kebon Kelapa Kelurahan Pungkur Kecamatan Regol, untuk berkumpul bersama korban.


Setelah sampai ke lokasi TKP, pelaku Pale bersama D bertemu dengan korban Adji. Mereka pun kumpul bersama sambil meminum-minuman keras. Tak lama berselang, korban pun bertanya pada pelaku,” dari mana lo”, korban pun menjawab dari daerah Tegalega.

“Selanjutnya, dari keterangan tersangka si korban ini hendak memukul pelaku, namu pukulan korban di tepis oleh pelaku bersama D yang waktu itu mereka berada di tempat yang sama. Pelaku pun langsung mengeluarkan, sebilah pisau lipat, lalu menusukan kepada korban sebanyak enam kali tusukan,” tutur Fauzan.

Lanjut Fauzan, tusukan pelaku sempat ditangkis oleh korban sehingga pisau pun terlepas dari tangan pelaku. D yang saat itu bersama pelaku, langsung mengambil pisau tersebut. Namun polisi belum bisa memastikan, D ikut menusuk korban.

“Setelah korban tersungkur, Pale bersama D langsung melarikan diri, warga yang melihat korban tersungkur, langsung membawa korban ke Rumah Sakit Imanuel untuk dilakukannya pertolongan pertama. Namun setelah mendapatkan perawatan intensif di ruang IGD selama hampir tiga jam, korban yang mengalami luka tusukan di dada kanan kiri, tangan kanan kiri, punggung pun menghembuskan nafas terkahirnya,” katanya.

Dari pengungkapan tersebut, polisi juga sudah mengamankan alat bukti yaitu pisau lipat yang di pakai pelaku untuk menganiayaan korban. Fauzan mengatakan saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap D yang juga terlibat dalam pengaiayaan tersebut.

“Pale saat ini kami jerat dengan pasal 351 ayat 3 dan pasal 170 ayat 2 huruf 3e KHUPidana, tentang penganiayaan, yang menyebabkan korban meninggal dunia, dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara,” pungkasnya.

Dikatakan Pale saat di temui di Mapolsekta Regol, dirinya mengaku kesal terhadap korban. Korban diakui sebagai yang di tua’kan dalam kelompok anak jalan tersebut. Pale yang bekerja sehari-hari sebagai pengamen ini mengatakan dirinya tidak berniat untuk melakukan pengeroyokan terhadap korban Adji.

“Hal lain juga, saya juga kesal dituduh dekat dengan mantan korban,” kata Pale.

(RadarBandung/sar)