Waaw… Amankan Pilkada, 2.000 Polisi Diterjunkan

Sekitar 2000 personel gabungan dari Jajaran Polres Bandung, Brimob dan Sabhara Polda Jabar akan dikerahkan untuk pengamanan proses Pilkada yang rencananya digelar pada 9 Desember 2015 nanti.
Ilustrasi.
Sekitar 2000 personel gabungan dari Jajaran Polres Bandung, Brimob dan Sabhara Polda Jabar akan dikerahkan untuk pengamanan proses Pilkada yang rencananya digelar pada 9 Desember 2015 nanti.
Sekitar 2000 personel gabungan dari Jajaran Polres Bandung, Brimob dan Sabhara Polda Jabar akan dikerahkan untuk pengamanan proses Pilkada yang rencananya digelar pada 9 Desember 2015 nanti.

POJOKJABAR.id,BANDUNG-Jajaran Polres Bandung siapkan 2.000 personel untuk mengamankan pesta demokrasi pada pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

“Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bandung. Persiapan pengamanan terus kami lakukan bersama Brimob. Latihan terus berlangsung, hingga akhir pekan depan akan ada pekan Dalmas. Dan saat ini kami tinggal menunggu titik-titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari KPU,” kata Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan di Mapolres Bandung Soreang, Minggu (9/8).

Menurut Erwin,  pada 18 Agustus nanti, pihaknya juga akan melakukan Sistem Pengamanan (Sispam) kota di depan Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung, Jalan Raya Al Fathu, Soreang. Dengan Sispam tersebut, nantinya bisa dilihat bagaimana eskalasi meningkat penanganan oleh kepolisian termasuk pada saat kontijensi atau kondisi darurat.

“Nanti akan bisa global, kami juga belum mengundang secara intensif KPU dengan Panwas karena belum ada penetapan untuk pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati. Penetapannya sesuai jadwal pada 24 Agustus,” ucapnya.


Erwin mengaku, setelah penetapan pasangan calon oleh KPU, Polres Bandung akan intensif untuk mengundang rapat para penyelenggara Pilkada. Bahkan, pihaknya juga akan menyambangi setiap partai politik yang terlibat. Tujuannya, untuk menyamakan persepsi dan menjaga situasi pilkada agar tetap kondusif.

Ditanya soal potensi terjadinya konflik dan hal lain yang tak diinginkan, Erwin mengatakan, ada dua titik rawan yakni politis dan secara geografis. Namun, penentuan titik-titik rawan itu baru akan dipetakan setelah penetapan pasangan calon nanti.

“Titik rawan geografis seperti TPS yang rawan banjir. Contohnya di Bojongsoang ada empat TPS yang rawan banjir, apalagi Desember diprediksi curah hujan sedang tinggi-tingginya. Kami akan koordinasikan dengan KPU, apakah TPS yang tempat itu masih dipertahankan atau ada alternatif lain,” katanya.

Sedangkan untuk personel yang akan diturunkan, Erwin mengaku kurang lebih hampir 2.000 personel gabungan dari Polres Bandung, BKO 2 SSK Kompi Brimob PHH dan Sabhara Polda Jawa Barat akan disiagakan.

“Nanti skenarionya bisa diketahui pada 18 Agustus. Kami akan buat skenario real sesuai eskalasi tingkatan kejadian yang mungkin terjadi. Untuk setiap tahapan, personel yang diturunkan juga berbeda, yang paling utama saat pencoblosan nanti bisa sampai 2/3 personel,” tandasnya.

(RadarBandung/apt)