Daging Sapi ‘Menghilang’

pasar cimindi
Ilustrasi
Lapak daging sapi di Pasar Cimindi kosong, Minggu (9/8). Para pedagang daging sapi di pasar tradisional Kota Cimahi sudah melakukan aksi mogok berjualan sesuai himbauan APDASI.
Lapak daging sapi di Pasar Cimindi kosong, Minggu (9/8/2015). Para pedagang daging sapi di pasar tradisional Kota Cimahi sudah melakukan aksi mogok berjualan sesuai himbauan APDASI.

POJOKJABAR.id,CIMAHI – Para pedagang daging sapi di pasar tradisional Kota Cimahi sudah melakukan aksi mogok berjualan. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Asoasi Pedagang Daging dan Sapi Potong Indonesia (APDASI) yang melakukan pemogokan produksi dan berjualan daging di seluruh wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kab. Bandung Barat).

Rencananya, aksi tersebut akan berlangsung selama lima hari dari tanggal 8-12 Agustus 2015. Aksi ini dilakukan agar Pemerintah menurunkan harga daging sapi, guna menstabilkan kembali harga daging sapi yang sekarang tinggi. Hasil pantauan di pasar tradisional Cimindi, nampak para pedagang sudah menutup lapak dagangannya.

Pengelola Pasar Tradisional Cimindi, Agus Pendi mengatakan, akibat meningkatnya harga pakan, menyebabkan harga daging pun ikut meningkat. Beberapa penjual daging sapi sudah mulai menutup kiosnya, kemungkinan merupakan rasa kekecewaan atas mahalnya harga daging sapi.

“Beberapa pejual daging sudah mulai meninggalkan kiosnya, kemungkinan itu merupakan rasa kekecewaan atas mahalnya harga daging sapi,” ujarnya di Pasar Cimindi Jln. Mahar Martanegara Kota Cimahi, Minggu (9/8/2015).


Agus menuturkan, surat edaran APDASI untuk melakukan pemogokan produksi dan berjualan daging di seluruh wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kab. Bandung Barat) diikuti oleh sejumlah pedagang.

Menurutnya, akibat mahalnya harga daging serta terbatasnya stok yang didapatkan, menyebabkan para pedagang menutup usahanya sejak dua hari yang lalu. “Semua pedagang kompak mogok berjualan mulai hari ini (Kemarin 9/8/2015), bahkan banyak pedagang sudah menutup lapaknya sejak hari Jumat (7/8/2015) lalu,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Cimindi, nampak kios para pedagang sapi telah kosong ditinggal para pedagangnya. Kios yang biasanya ramai pembeli kini terlihat kosong, terlihat konsumen yang mengunjungi Pasar Cimindi, hanya melihat kios yang tutup ditinggalkan pedagangnya tersebut.

Lebih lanjut Agus mengatakan, harga yang telah menembus Rp 130-140 ribu/kg dianggap para pedagang sudah tidak wajar. Pasalnya, harga normal daging sapi yakni Rp 90 ribu/kg. Oleh sebab itu, para pedagang kompak menggelar aksi mogok produksi. Karena para pedagang tidak bisa berbuat banyak, selain banyaknya keluhan dari konsumen, serta stok ada namun banyak stok tidak terjual akibat harganya yang mahal.

“Dengan aksi yang dilakukan bersama ratusan pedagang se-Bandung Raya ini, diharapkan Pemerintah dapat mengupayakan agar segera menyediakan stok lebih serta mengembalikan harga daging sapi ke harga normal,” ungkapnya.

(RadarBandung/cr7)