Penggenangan Jatigede Tetap Dilakukan

Waduk Jatigede
Waduk Jatigede
Waduk Jatigede

POJOKJABAR.id,BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memastikan penggenangan Waduk Jatigede akan dilakukan pada Agustus ini. Hal inipun telah menjadi kesepakatan pemerintah pusat.

Heryawan menjelaskan, saat menggelar rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo membahas Waduk Jatigede, di Jakarta, Kamis (6/8/2015) kemarin, pemerintah pusat menegaskan bahwa penggenangan tetap akan dilakukan pada bulan ini. “Insha Alloh ditegaskan dalam rapat kabinet, proses penggenangan 31 Agustus,” kata Heryawan di Bandung, Jumat (7/8/2015).

Heryawan pun menuturkan, proses pembayaran kepada warga yang terkena dampak terus dilakukan hingga saat ini. Bahkan, menurutnya, jumlah warga yang telah menerima pembayaran ganti rugi tersebut sudah mencapai 50 persen.

Heryawan pun memastikan, pembayaran ganti rugi akan selesai sebelum penggenangan. “Penggenangan tidak hari itu juga tergenangi. Ada yang terkena genangan setelah 80 hari. Ini aman-aman saja. Penggenangan tahap awal sampai 40 hari itu penggenangan paling bawah. Insha Alloh sudah selesai semuanya,” bebernya seraya menyebut jumlah ganti terhadap warga tidak ada peningkatan.


Menurut Heryawan, warga yang merasa belum terdaftar sebagai penerima ganti rugi bisa mengajukan melalui mekanisme yang ditentukan. Pemerintah akan melakukan pembayaran sebaik mungkin agar semua warga yang berhak bisa menerima pembayaran.

Sementara itu, Heryawan pun menyebut, anggaran yang akan digunakan untuk merelokasi sejumlah situs sudah disepakati sebesar Rp 3,5 miliar. Menurutnya, uang tersebut akan cair pekan depan.

Lebih lanjut Heryawan katakan, proses hukum di Mahkamah Konstitusi tidak akan menghalangi proses penggenangan. Menurutnya, peraturan presiden yang digugat ke MK oleh sejumlah pihak yang menolak penggenangan Jatigede itu bukan suatu persoalan.

“Judicial review, jalan terus perpres-nya,” ucapnya. Sementara itu, debit Sungai Cimanuk yang menjadi sumber air untuk penggenangan, menurutnya tidak terganggu oleh kondisi kekeringan saat ini.

Meski mengalami pengurangan debit air, pemerintah telah menyiapkan solusi agar tetap mampu menggenangi Jatigede. “Ada ahli-ahli teknis untuk mengatur airnya. Berapa yang dibendung, berapa yang dialirkan. Terus pendayagunaan anak-anak sungai supaya di hilir masih ada air. Insha Alloh lebih aman karena hujan akan turun. Makanya shalat istisqo,” pungkasnya.

(RadarBandung/agp)