Jangan Paksakan Lakukan Penggalian

Kapolres Cimahi, AKBP Dedy Kusuma Bakti saat diwawancara para wartawan. Kapolres meminta pegawai kontruksi atau galian khususnya di wilayah KBB untuk tidak melakukan penggalian apabila penggalian tidak memungkinkan.
Kapolres Cimahi, AKBP Dedy Kusuma Bakti saat diwawancara para wartawan. Kapolres meminta pegawai kontruksi atau galian khususnya di wilayah KBB untuk tidak melakukan penggalian apabila penggalian tidak memungkinkan.
Kapolres Cimahi, AKBP Dedy Kusuma Bakti saat diwawancara para wartawan. Kapolres meminta pegawai kontruksi atau galian khususnya di wilayah KBB untuk tidak melakukan penggalian apabila penggalian tidak memungkinkan.

POJOKJABAR.id,CIMAHI – Polres Cimahi menghimbau kepada masyarakat khususnya kepada para pekerja kontruksi maupun pekerja galian, untuk mewaspadai bahaya longsor dengan tidak melakukan penggalian apabila penggalian tidak memungkinkan.

Kapolres Cimahi, AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, pihaknya meminta pegawai kontruksi atau galian khususnya di wilayah KBB untuk tidak melakukan penggalian apabila penggalian tidak memungkinkan. “Apabila tidak memungkinkan untuk penggalian, lebih baik jangan melakukan penggalian karena bisa membahayakan,” ujarnya, Jumat (7/8/2015).

Dedy menuturkan, peristiwa longsornya tebing tanah di Pondok Hijau, Kampung Cicarita RT 01 RW 18 Desa Ciwaruga, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat yang menewaskan dua pekerjanya, harus dijadikan pembelajaran. Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada pekerja kontruksi atau galian untuk mewaspadi hal tersebut meski kini intensitas hujan masih sedikit.

“Mengaca kepada kejadian beberapa waktu lalu di Pondok Hijau, meski wilayah Cimahi dan KBB sempat diguyur hujan, tapi belum masuk musim penghujan, potensi longsor harus diwaspadai meskipun curah hujan masih kecil,” tuturnya.


Lebih lanjut Dedy mengatakan, para pekerja harus memperhatikan berbagai aspek ketika melakukan penggalian. Sebab, longsor biasanya terjadi akibat kondisi tanahnya yang labil dengan kemiringan tanah cukup terjal.

“Seperti di wilayah KBB, ada sejumlah lokasi penggalian baik galian perumahan maupun galian C ysng lokasinya dibawah tebing-tebing tanah. Hal tersebut berpotensi terjadinya longsor,” ungkapnya.

Seperti diketahui, peristiwa longsor yang terjadi di Perumahan Pondok Hijau, Jln. Jasmin, Kampung Cicarita, RT 01 RW 18 Desa Ciwaruga, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat, hari Senin (3/8) sekitar pukul 09.45 WIB. Tebing tanah setinggi 8 meter ambruk, 2 orang pekerja seketika tewas karena tertimpa tebing tanah yang ambruk tersebut.

(RadarBandung/cr7)