Waduh.. Ada Larangan Jual Daging Sapi Selama 5 Hari

Daging sapi: Lima hari setelah lebaran harga daging sapi di beberapa pasar tradisional kota Depok belum menunjukan penurunan malahan cendrung mengalami kenaikan.
Daging sapi: Lima hari setelah lebaran harga daging sapi di beberapa pasar tradisional kota Depok belum menunjukan penurunan malahan cendrung mengalami kenaikan.
Seorang pedagang terlihat mengiris-iris daging sapi di Depok, Jawa Barat

POJOKSATU.id, BANDUNG – Para pedagang akan mogok massal jual daging sapi selama 5 hari, mulai Sabtu (8/8/2015) hingga Rabu (12/8/2015). Rencana mogok massal jual daging sapi itu dimotori oleh Asosiasi Pengusaha Daging Sapi Potong Indonesia (APDASI) Kota Bandung.

Surat Edaran yang mengatasnamakan APDASI beredar luas hari ini, Jumat (7/8/2015). Dalam surat edaran bernomor 027/Apdasi/B/2015 itu disebutkan, mogok massal jual daging sapi dilakukan di seluruh wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Bahwa mulai hari Sabtu, tanggal 08 Agustus 2015, pukul 12.00 WIB s/d Rabu, tanggal 12 Agustus 2015 pukul 12.00 WIB, akan dilakukan pemogokan produksi dan berjualan daging yang berlaku untuk seluruh wilayah Bandung Raya,” demikian tertulis dalam surat edaran yang ditujukan kepada para feedloter, bandar, pemotong, pedagang, suplier, supermarket, dan pengusaha daging import.

APDASI mengancam memberikan sanksi kepada semua pihak yang tidak menjalankan surat edaran tersebut.


“Kepada seluruh pihak terkait agar melaksanakan surat edaran ini, dan bagi pihak yang tidak melaksanakan akan mendapat sanski sosial dari seluruh pelaku usaha daging, dan apabila terjadi sesuatu pada pelanggar surat edaran ini, kami (Apdasi) tidak bertanggung jawab,” tulisnya.

Ancaman mogok massal ini diduga akibat kelangkaan dan harga daging sapi yang semakin tak terkendali di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung.

Sebelumnya, mogok jualan daging sapi terjadi beberapa hari di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka memilih tidak berjualan lantaran daging sapi langka dan harganya semakin mahal, sehingga pengeluaran dan pemasukan pedagang tidak sebanding.

Seorang pedagang daging di Blok C 4 bernama Jojo mengatakan, kios miliknya dia tutup sejak Minggu (2/8/2015). Pasalnya, pengeluaran modal untuk belanja daging atau sapi ke penjual tidak sebanding dengan harga jual.

SELENGKAPNYA BACA…