Pedagang Bendera Mulai Diserbu

Penjual bendera di Jln. Jend. Amir machmud, Agung membereskan barang dagangannya. Memasuki bulan Agustus, para penjual bendera mulai bermunculan.
Penjual bendera di Jln. Jend. Amir machmud, Agung membereskan barang dagangannya. Memasuki bulan Agustus, para penjual bendera mulai bermunculan.
Penjual bendera di Jln. Jend. Amir machmud, Agung membereskan barang dagangannya. Memasuki bulan Agustus, para penjual bendera mulai bermunculan.

POJOKJABAR.id,CIMAHI – Memasuki bulan Agustus, tampak penjual bendera mulai bermunculan meski belum ramai. Harga jual bendera bervariasi, mulai dari Rp 25-70 ribu. Meski demikian, para penjual berharap mendekati HUT Republik Indonesia (RI) penjualannya ramai pembeli.

Salah seorang penjual bendera di Jln. Jend. Amir machmud, Agung ,18, mengaku tiap harinya selalu ada masyarakat yang membeli bendera, namun saat ini belum terlalu ramai. “Ya lumayan tiap harinya selalu ada yang beli, rata-rata perharinya bisa mendapat sekitar Rp 150-450 ribu,” ujarnya, Kamis (6/8/2015).

Agung mengatakan, dirinya bersama paman merupakan asli Leles Garut sengaja datang ke Kota Cimahi untuk berdagang bendera. Namun di Cimahi, titik penjualannya di sebar. “Saya dagang disini, kalo paman dagang di Alun-alun. Kita baru berjualan di Cimahi,” tuturnya.

Agung menuturkan, bendera yang dijualannya merupakan produk asal Garut. Harga bendera yang dijual bervariasi tergantung ukurannya, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 70 ribu. Dari harga yang dipatok, kebanyakan masyarakat membeli bendera dengan ukuran kecil dan sedang, untuk ukuran yang besar masih jarang pembeli.


“Kebanyakan masyarakat biasanya membeli bendera dengan ukuran yang kecil dan sedang karena bendera hanya dipasang untuk di rumah, kalau bendera yang ukurannya besar memanjang masih jarang yang beli, kecuali dari instansi yang membeli,” jelasnya.

Lebih lanjut Agung mengatakan, dirinya selalu berpindah-pindah berjualan bendera. Ia mengaku baru kali ini berjualan di Kota Cimahi. Sebelumnya sudah sering berjualan ke daerah-daerah seperti Surabaya, Malang, dan Solo. Menurutnya, penjualan saat ini belum terlalu ramai, biasanya pembeli mulai ramai pada tanggal 14-15 mendekati Hari Kemerdekaan.

“Sekarang masih sepi, biasanya ramai sekitar tanggal 14-15 mendekati Hari Kemerdekaan, setelah tanggal 17 Agustus biasanya antusias masyarakat sudah mulai sepi. Ketika dulu memasang bendera di rumah itu wajib, penjualan bendera cukup ramai, tapi sekarang tingkatan itu sudah menurun, ada yang memasang bendera di rumahnya ada juga yang tidak memasang,” ujarnya.

Namun demikian, Agung berharap meski penjualan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, namun masyarakat tetap banyak yang membeli bendera untuk memperingati hari kemerdekaan negara. “Tahun lalu sempat menjual banyak bendera. Tahun ini masih sepi pembeli, ya mudah-mudahan untuk tahun ini juga ramai pembeli,” ungkapnya.

(RadarBandung/cr7)