Klaim Tertibkan Pedagang Sekitar Pemkab

logo satpol PP
logo satpol PP
logo satpol PP

POJOKJABAR.id,NGAMPRAH – Pedagang yang sering mangkal di sekitar lingkungan Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini telah ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) KBB. Hal itu dilakukan untuk menjaga Ketertiban, Keindahan dan Kebersihan (K3) dilingkungan Kantor Pemkab Bandung Barat, Kecamatan Ngamprah.

Kasatpol PP KBB, Rini Sartika mengatakan, bahwa pedagang yang sering mangkal di lingkungan SKPD itu dinilainya melanggar K3. Pasalnya, para pedagang sering tidak mengindahkan himbauanya untuk tidak berjualan seperti di depan pintu Gedung D kantor SKPD yang terdapat beberapa SKPD seperti Kantor Kesbang, BPLH, dan BPHTB KBB.

“Ya kita tertibkan semua, Masa jualan didepan pintu masuk kantor, kan itu menggangu orang yang mau masuk kantor,” kata Rini saat usai melakukan penertiban, Kamis (6/8).

Padahal, himbauan untuk tidak berjualan khususnya didepan pelataran kantor SKPD sudah ia berlakukan sudah lama. Namun karena para pedagang tetap membandel berjualan, akhirnya dengan pihaknya menertibkan secara paksa.


“Sudah lama kami kasih himbauan, tapi tidak tidak dihiraukan. Ya akhirnya mulai saat ini kita tertibkan sekaligus penertiban parkir, dan untuk seterusnya tidak diperbolehkan berjualan di dekat gedung,” ujarnya.

Seperti diketahui, terdapat puluhan pedagang makanan dan minuman yang berjualan di lingkungan Gedung SKPD Pemkab Bandung Barat. Mereka berjualan memanfaatkan ramainya perkantoran SKPD yang banyak dikunjungi warga masyarakat yang hendak mengurus berbagai keperluan, seperti membayar pajak, pembuatan administrasi kependudukan (Adminduk) dan lain sebagainya.

Sementara itu, menurut salah seorang warga Cililin, Juanda ,32, mendukung upaya penertiban pedagang yang dilakukan pihak Satpol PP. Namun ia berpendapat agar Pemkab Bandung Barat bukan hanya bisa memberikan pelayanan kepada warga mayarakat yang berkepentingan. Akan tetapi harus bisa memberikan solusi juga bagi para pedangan untuk tetap bisa berjualan ditempat yang tidak merugikan warga maupun pegawai.

“Ya memang ini bukan pasar. Tapi seharusnya para pedagang itu diberi tempat khusus. Kan warga yang datang kesini juga butuh para pedagang, seperti saya kan jauh dari Cililin untuk mengurus pajak. Sambil menunggu antrean saya suka beli makanan maupun minuman ringan kepada para pedagang,” ujarnya.

Hal senada juga diakui oleh salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tio ,36, (bukan nama sebenarnya). Menurutnya, walaupun ada kantin disetiap pojok kantor SKPD, namun keberadaan para pedagang tersebut dibutuhkan juga untuk kepentingan makan dan minum para pegawai.

“Termasuk para pegawai yang bekerja disini juga butuh mereka. Dari pada harus meninggalkan kantor untuk sekedar makan, kan lebih baik yang ada disini saja. Apalagi kantin yang ada tidak bisa mengcover kebutuhan konsumsi para pegawai disini,” pungkasnya.

(RadarBandung/cr8)