Kejahatan Jalanan Akan Diberantas Tuntas

sebuah minimarket dirampok di Cirebon (ilustrasi)
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id,BANDUNG-Kasus penjambretan di Kota Bandung beberapa waktu lalu, mulai menjadi sorotan Kapolda Jabar, Irjen Pol Moechgiyarto. Pasalnya dalam setiap aksinya, para pelaku tak segan-segan melukai korban incarannya.

Menanggapi hal tersebut, Moechiyarto menginstruksikan kepada jajaran yang berada di bawah tongkat pimpinannya, mulai dari tingkat Polres dan Polsek untuk memberantas aksi penjahat jalanan bermodus jambret, pecah kaca serta ulah kriminal lainnya.

“Kejahatan itu kalau sudah dihajar, turun pasti jumlah kejadian. Lengah dikit atau polisinya sibuk, naik lagi,” ucap Moechgiyarto di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Kamis (6/8/2015)

Selain itu, Moechgiyarto juga meminta kepada seluruh personelnya untuk tidak tunduk menghadapi, apapun segala bentuk macam aksi kejahatan, khususnya untuk kejahatan umum. Dirinya mengatakan para pelaku aksi tindak kejahatan, sering kali memanfaatkan situasi yang dianggapnya lepas dari sorotan pihak aparat keamanan. “Maka itu, kita terus tekan angka kejahatan,” ujarnya.


Moechgiyarti menjelaskan, seluruh polres di wilayah hukumnya, sudah memiliki tim khusus untuk menindak para pelaku aksi kejahatan. Selain itu lanjut Moechgiyarto, tim sus tersebut juga dibuat guna menindak aksi-aksi premanisme. Salah satu alasan dari setiap polres harus memiliki tim sus, menurutnya guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kita sudah membentuk timsus untuk memberantas (pelaku kejahatan jalanan). Semua jajaran polres sudah melaksanakannya, karena ini sebagai kebijakan prioritas Pa Kapolri. Jadi enggak bisa ditawar,” ujar Moechgiyarto.

Dalam beberapa hari lalu, ulah penjambret sadis makin meresahkan warga Bandung yang berpergian melintasi ruas jalan raya. Belum lama ini tercatat dua kasus penjambretan terjadi pagi hari atau setelah azan Subuh berkumandang. Satu korban tewas dan satu luka berat akibat terjatuh dari sepeda motornya gara-gara serangan penjambret. Hati-hati!

Sepertinya ragam upaya dilakukan penjambret guna mencari celah dalam memuluskan aksi biar luput dari amatan polisi. Salah satunya menggeser jam beroperasi menjadi pagi hari atau berdekatan matahari terbit. Terbukti dua kasus pejambretan pada Jumat 31 Juli di Jembatan Pasupati dan Minggu 2 Agustus lalu di Jalan Sunda berlangsung antara pukul 05.00 WIB hingga pukul 05.30 WIB.

(RadarBandung/sar)