Bandung Barat Expo Sepi Pengunjung

logo-kbb-300x281POJOKSATU.id,PADALARANG – Pameran dan Pembangunan Kabupaten Bandung Barat Expo yang sudah dilaksanakan sejak Minggu (7/6/2015) yang dilaksanakan di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat sepi pengunjung. Penyebabnya, Pameran dalam rangka Sewindu Bandung Barat memperingati HUT KBB yang ke-8 karena akses menuju lokasi pameran tersebut yang sangat jauh dan sulit dijangkau bagi warga Bandung Barat yang tidak memiliki kendaraan.

Padahal sebelumnya di hari ke-2, pihak Pemkab sudah menyediakan dua kendaraan mobil wara-wiri yang sengaja didatangkan dari objek Wisata Dusun Bambu. Namun keberadaan mobil wara-wiri itu tidak mempengaruhi warga untuk mengunjungi pameran yang digelar di Lapang Bela Putra Kota Baru Parahyangan Padalarang itu.

Berdasarkan pantauan wartawan Radar Bandung dilokasi, sejak dibukanya pameran tersebut, hari demi hari pengunjung mulai berkurang. Padahal di pameran tersebut terdapat sekitar 75 stan yang diisi oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kecamatan, UMKM dan BUMD KBB, yang memamerkan dan menginformasikan berbagai hasil dan rencana kegiatan pemerintah daerah.

Selain 75 stan yang diisi oleh SKPD, juga terdapat 100 stan untuk bursa tenaga kerja, 100 stan untuk pameran batu akik, 30 stan pasar rakyat dan 30 stan untuk gelar teknologi tepat guna. Berbeda dengan acara kontes ketangkasan ternak yang di selenggarakan di lokasi lapangan Komplek SKPD Desa Mekarsari Kecamatan Ngamprah.

Kontes ternak yang dilaksanakan sejak 9-10 Juni 2015 kemarin itu banyak dikunjungi warga Bandung Barat dari berbagai daerah di Bandung Barat. Bahkan karena terdapat kontes ketangkasan adu domba garut juga, sehingga banyak warga luar daerah yang sengaja menyempatakan mengunjungi acara Kontes ternak tersebut.

Menurut salah seorang warga asal Puwakarta Ade Komarudin (56). Ia bisa tahu ada kontes ternak itu dari seorang rekannya yang berada di Bandung Barat. Sehingga, kata pria yang hoby koleksi domba Garut itu, menyempatkan diri datang jauh-jauh dari Purwakarta untuk menyaksikan ketangkasan adu domba. Apalagi, kata Ade, akses ke Desa Mekarsari itu sangat mudah.

“Abah mah resep. Mun aya lomba adu domba dimana wae pasti dijug-jug,” ujar pria paruh baya itu.

Hal berbeda diakui Nani (53) warga Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah. Dirinya, hanya bisa menyaksikan acara adu domba yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan KBB itu, karena lokasinya dekat dari rumah.

“Ema mah teu gaduh kendaraan bade ka Pameran pembangunan di Padalarang mah. Ntos didieu we murah meriah didieu mah tinggal mapah oge dugi,” ujarnya.

Nani berharap kedepan ada Pameran rakyat yang lokasinya tidak jauh dan mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Sehingga warga Bandung Barat pada khususnya bisa datang dan menyaksikan berbagai informasi pembangunan di Bandung Barat.

“Mudah-mudahan kedepannya untuk lokasi pameran bisa terjangkau oleh kendaraan umum, yang seperti saya Kalau kekejar naik angkot mau kemana saja juga ayo,” saut nani dengan bahasa sundanya yang kental.

Hal senada diucapkan Roni (33). Menurut warga Desa Pasirhalang tersebut, Pameran Bandung Barat Expo di Kota Baru Parahyangan itu terkesan ekslusif dan hanya bisa dijangkau oleh orang-orang berduit saja. Padahal, masyarakat kecil seperti dirinya juga butuh hiburan.

“Untung saja ada kontes adu domba disini. Kalau gak ya kita mah sebagai rakyat kecil bisa diam dirumah saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia HUT Bandung Barat, Aseng Junaidi menyadari lokasi penyelenggaraan Bandung Barat Expo sulit dijangkau masyarakat. Solusinya, panitia sudah berkoordinasi dengan Dishubkominfo untuk menyediakan minimal 10 angkutan untuk mengangkut masyarakat ke lokasi pameran.

“Kita akan sediakan angkutan untuk mempermudahtransportasi masyarakat ke dari depan Kota Baru Parahyangan ke lokasi pameran,” tandasnya. (cr8).

Feeds