Temuan HIV AIDS di Cimahi Meningkat

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriani Manan saat  kegiatan pelatihan kaloborasi TB dan HIV kemarin

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriani Manan saat kegiatan pelatihan kaloborasi TB dan HIV/AIDS kemarin

 

POJOKSATU.id,CIMAHI – Temuan penyebaran HIV/AIDS di Kota Cimahi selama kurun waktu dua tahun terakhir ini terus meningkat jumlahnya. Pada tahun 2013 ditemukan 15 kasus, sedangkan pada 2014 ada peningkatan cukup signifikan jadi 39 kasus.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriani Manan menjelaskan, peningkatan jumlah temuan pengidap HIV/AIDS berkat keterlibatan para dokter koordinator Pencegahan Pemberantasan Penayakit (P2P) yang disebar di berbagai wilayah di Cimahi.

“Dengan upaya petugas, akhirnya kami bisa mendeteksi sedini mungkin para pengidap HIV/AIDS supaya dapat segera mendapatkan pengobatan secara intensif agar mereka dapat hidup normal kembali,” ujar Fitri, Senin (25/5).

Pihaknya memandang permasalahan HIV/AIDS perlu dilakukan pengendalian karena penyakit tersebut menjadi komitmen global dalam MDGs (Millenium Development Goals) selain penyakit Tubercolosis (TB).Menurutnya, baik HIV/AIDS maupun TB merupakan penyakit yang jumlah kasusnya cenderung meningkat dalam kurun waktu tertentu sehingga perlu penanganan maksimal dalam menekan penyebarannya.

“Kedua penyakit tersebut memiliki perbedaan cara penularan dan mengakibatkan infeksi yang berbeda pula. Namun apabila keduanya bersekutu, maka penyakit tersebut dapat menjadi ancaman bagi keselamatan seseorang,” ujarnya.

Pemkot Cimahi melalui Dinas Kesehatan mengaku terus berkomitmen untuk terus mengendalikan peredarannya melalui petugas HIV/AIDS, TB dan PTM yang mengupayakan mendeteksi sedini mungkin orang-orang yang mengidap penyakit tersebut.

“Upaya peningkatan kualitas layanan dalam rangka pengendalian HIV/AIDS dan IMS (infeksi menular seks) terus digalakkan salah satunya melalui pelatihan beberapa layanan program komprehensif HIV/AIDS berkesinambungan,” tuturnya.
“Layanan ini merupakan layanan komprehensif berbentuk jaringan yang berbasis pada tingkat pelayanan sekunder yaitu RSUD dan tingkat pelayanan primer seperti puskesmas sebagai tempat pencegahan terintergrasi dengan layanan pengobatan mulai dari deteksi, memantau dan menindaklanjuti pengobatan, perawatan dan dukungan hingga laju penyebaran dapat ditekan sekecil mungkin,” tutupnya.(cr7)

Feeds