Dilarang Berangkat ke Luar Negeri

Kendaraan Operasional
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id,BANDUNG-Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang kerap bermasalah di luar negeri mendesak semua pihak untuk memperketat aturan dan pengawasan terhadap pengiriman TKI. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Bandung pun memberlakukan aturan ketat agar TKI yang tidak memiliki skill dilarang berangkat ke luar negeri.

“TKI yang ingin berangkat ke luar negeri harus memiliki nilai plus. Artinya, memiliki skill bukan sebagai pembantu maupun baby sitter,” ujar Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung, Harjuandi didampingi Kasi Penempatan, Jauhar di ruang kerjanya, Selasa (14/4).

Harjuandi menilai, TKI  dengan pendidikan lebih tidak akan mudah dibohongi karena selama ini banyak kasus TKI dengan minim skill kerap terjerat masalah hukum. Untuk itu, ia berharap dengan adanya moratorium  bisa menekan jumlah TKI ke luar negeri.

“Kami hanya mengizinkan TKI yang memiliki skill. Tapi itu setelah mendapat izin dari BP3TKI dan BPTKIT Provinsi Jabar. Kami tak sembarangan mengizinkan TKI berangkat ke luar negeri. Bahkan agen perusahaan legal yang memberangkatkan TKI pun diseleksi ketat. Untuk jumlah agen resmi sudah terdata ada 15 agen,” ucapnya.


Harjuandi menyebut, ada 17 calon TKI yang siap berangkat ke luar negeri di tahun 2015 ini. Namun, keberangkatannya masih belum jelas karena agen perusahaan penyalur TKI belum memberikan sinyal keberangkatan. “Tahun 2014 ada 60 TKI sudah diberangkatkan dengan izin legal,” tandasnya.

Ditanya soal TKI illegal asal Kabupaten Bandung yang lolos bekerja ke luar negeri, Harjuandi membeberkan, jika TKI tersebut pernah ditolak di Kabupaten Bandung namun pindah KTP wilayah lain. “Warga Kabupaten Bandung tersebut menggunakan KTP wilayah lain dengan data disamarkan.  Tapi begitu ada masalah, lama penelusurannya,” ungkapnya. (apt/yaz)