JABAR,POJOKSATU.id – Sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia masuk dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026 untuk kategori SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure.
Dalam kategori SDG 9 tahun 2026, THE mengevaluasi 826 perguruan tinggi dari 94 negara dan wilayah. Kategori ini menilai kontribusi universitas terhadap inovasi, pengembangan teknologi, hubungan dengan industri, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
THE Sustainability Impact Ratings merupakan pemeringkatan global yang mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain pemeringkatan secara keseluruhan, THE juga menerbitkan hasil penilaian untuk masing-masing dari 17 SDG secara terpisah.
Berdasarkan hasil kategori SDG 9 dengan filter Indonesia, terdapat 48 perguruan tinggi Indonesia yang tercantum. Dari jumlah tersebut, 22 di antaranya merupakan perguruan tinggi swasta (PTS) yang tersebar mulai dari kelompok peringkat 101–200 hingga 801+ dunia.
Data Indonesia yang dihimpun menunjukkan BINUS University berada pada kelompok peringkat 101–200 dunia, sementara Telkom University berada pada kelompok 201–300. Sejumlah PTS lainnya berada pada kelompok 301–400, 401–600, 601–800, hingga 801+ dunia.
Daftar 22 PTS Indonesia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 Kategori SDG 9
1. BINUS University
Peringkat SDG 9: 101–200 dunia
Skor SDG 9: 71,9–86,7
2. Telkom University
Peringkat SDG 9: 201–300 dunia
Skor SDG 9: 60,7–71,7
3. Parahyangan Catholic University
Peringkat SDG 9: 301–400 dunia
Skor SDG 9: 51,4–60,6
4. Universitas Yarsi
Peringkat SDG 9: 301–400 dunia
Skor SDG 9: 51,4–60,6
5. Bakrie University
Peringkat SDG 9: 401–600 dunia
Skor SDG 9: 29,2–51,2
6. Nusa Putra University
Peringkat SDG 9: 401–600 dunia
Skor SDG 9: 29,2–51,2
7. Universitas Indo Global Mandiri
Peringkat SDG 9: 401–600 dunia
Skor SDG 9: 29,2–51,2
8. Universitas Islam Bandung (UNISBA)
Peringkat SDG 9: 401–600 dunia
Skor SDG 9: 29,2–51,2
9. Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)
Peringkat SDG 9: 401–600 dunia
Skor SDG 9: 29,2–51,2
10. Universitas Medan Area
Peringkat SDG 9: 401–600 dunia
Skor SDG 9: 29,2–51,2
11. Universitas Muhammadiyah Surakarta
Peringkat SDG 9: 401–600 dunia
Skor SDG 9: 29,2–51,2
12. Universitas Pertamina
Peringkat SDG 9: 401–600 dunia
Skor SDG 9: 29,2–51,2
13. Universitas Prima Indonesia
Peringkat SDG 9: 401–600 dunia
Skor SDG 9: 29,2–51,2
14. Islamic University of Indonesia
Peringkat SDG 9: 601–800 dunia
Skor SDG 9: 13,2–29,1
15. Muhammadiyah University of Makassar
Peringkat SDG 9: 601–800 dunia
Skor SDG 9: 13,2–29,1
16. Muhammadiyah University of Sidoarjo
Peringkat SDG 9: 601–800 dunia
Skor SDG 9: 13,2–29,1
17. Satya Wacana Christian University
Peringkat SDG 9: 601–800 dunia
Skor SDG 9: 13,2–29,1
18. Universitas Ciputra
Peringkat SDG 9: 601–800 dunia
Skor SDG 9: 13,2–29,1
19. Universitas Muhammadiyah Surabaya
Peringkat SDG 9: 601–800 dunia
Skor SDG 9: 13,2–29,1
20. Universitas Siber Asia
Peringkat SDG 9: 601–800 dunia
Skor SDG 9: 13,2–29,1
21. Universitas Teknokrat Indonesia
Peringkat SDG 9: 601–800 dunia
Skor SDG 9: 13,2–29,1
22. Maranatha Christian University
Peringkat SDG 9: 801+ dunia
Skor SDG 9: 2,3–13,1
Data pada kelompok 401–600 hingga 801+ tersebut sesuai dengan hasil THE Sustainability Impact Ratings 2026 untuk Indonesia.
Bagaimana SDG 9 Dinilai?
Dalam metodologi THE Sustainability Impact Ratings 2026, penilaian SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure terdiri atas empat indikator utama. Porsi terbesar berasal dari pendapatan riset yang diperoleh universitas dari industri.
Pada indikator paten, THE tidak sekadar menghitung jumlah paten yang dimiliki universitas. Metodologi 2026 melihat paten yang mengutip penelitian yang dilakukan universitas, dengan data paten yang bersumber dari lebih dari seratus kantor paten global.
Sementara itu, research income from industry mengukur pendapatan dari entitas industri dan komersial yang secara langsung mendanai proyek penelitian universitas. Komponen tersebut menjadi indikator dengan bobot terbesar dalam penilaian SDG 9, yakni 38,4%.
Peringkat Berbentuk Kelompok
Perlu dicatat bahwa tidak seluruh perguruan tinggi dalam THE Sustainability Impact Ratings mendapatkan nomor peringkat individual. Setelah posisi tertentu, THE menggunakan band atau kelompok peringkat, seperti 101–200, 201–300, 301–400, 401–600, dan seterusnya.
Karena itu, nomor 1 hingga 22 pada daftar di atas merupakan urutan penyajian PTS berdasarkan kelompok peringkat THE, bukan peringkat nasional resmi antar-PTS. Perguruan tinggi yang berada dalam band yang sama tidak dapat ditentukan urutan pastinya berdasarkan data yang dipublikasikan THE.
Sebagai contoh, sejumlah PTS sama-sama berada pada kelompok 401–600 dengan rentang skor SDG 9 29,2–51,2. Data yang dipublikasikan tidak menunjukkan skor individual yang dapat digunakan untuk mengurutkan institusi di dalam band tersebut.
Sumber
THE Sustainability Impact Ratings 2026 – SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure
THE Sustainability Impact Ratings 2026 – Methodology

