Skip to content
Pojok Jabar
Rabu, 7 Oktober 2026

Kepala SPPG Tanjungmekar Karawang Klarifikasi Keluhan MBG, KA SPPG: Kami Bekerja Sesuai SOP

, · 11:07 WIB ·
Dokumentasi tiga variasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

POJOKJABAR.COM – KARAWANG – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karawang Barat Tanjungmekar, Jordiansyah Simto Sinaga, memberikan klarifikasi terkait keluhan warga berinisial IN mengenai menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Advertisement

Jordiansyah menegaskan, pihaknya menjalankan pelayanan MBG sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari persiapan, pengolahan, pemorsian hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

Terkait keluhan yang beredar, ia mengaku belum dapat memastikan kapan makanan tersebut dibawa, kapan dilaporkan, maupun berasal dari penerima manfaat yang mana.

Menurutnya, dalam pemberitaan yang beredar, makanan terlihat telah dipindahkan ke wadah berbeda. Karena itu, diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan asal-usul dan kondisi makanan yang dikeluhkan.

Advertisement

“Kami belum bisa memastikan makanan tersebut kapan dibawa, kapan dilaporkan, dan berasal dari masyarakat atau penerima manfaat yang mana,” jelas Jordi saat ditemui, Jumat (18/9/2026).

Jordi menjelaskan, menu MBG yang menjadi perhatian tersebut didistribusikan pada Kamis, 17 September 2026.

Proses persiapan bahan makanan dilakukan sejak Rabu, 16 September 2026, pukul 17.00 hingga 02.00 WIB. Selanjutnya, proses pengolahan berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, mulai pukul 02.00 hingga 06.30 WIB.

Adapun proses pemorsian dilakukan pada pukul 05.00 hingga 09.00 WIB, sedangkan pendistribusian dimulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB.

Ia menerangkan, makanan tersebut harus dikonsumsi oleh penerima manfaat sebelum pukul 10.30 WIB.

Menurut Jordi, pihaknya secara rutin mengingatkan penerima manfaat mengenai batas waktu konsumsi tersebut. Penerima manfaat juga diimbau untuk mengonsumsi makanan di tempat dan tidak membawanya pulang.

“Kami selalu memberikan peringatan dan berkoordinasi dengan masing-masing PIC untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Jordi menambahkan, pihak SPPG memiliki sampel makanan dan informasi nilai gizi sebagai bagian dari dokumentasi pelaksanaan program.

Dokumentasi menu dan kegiatan dapur, lanjutnya, juga diunggah melalui akun Instagram setiap hari sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, pihaknya rutin melaksanakan edukasi mengenai program MBG, termasuk sosialisasi kepada lingkungan sekolah dan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan yakni kolaborasi SPPG Karawang Barat Tanjungmekar dengan BKKBN melalui edukasi bertajuk “Edukasi Gizi Seimbang untuk Lansia Beserta Kader Posyandu”.

Kegiatan tersebut digelar pada Selasa, 15 September 2026, di Posyandu Mawar 15, Kelurahan Tanjungmekar.

Terkait pelabelan wadah makanan atau ompreng, Jordi menyampaikan bahwa Dapur SPPG Karawang Barat Tanjungmekar telah melengkapi informasi label sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia menyebutkan, pemantauan terhadap ompreng yang didistribusikan kepada penerima manfaat juga terus dilakukan.

“Kami berupaya menjalankan ketentuan sesuai SOP dan arahan BGN, termasuk pelabelan pada setiap ompreng. Kami juga melakukan pemantauan terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan kepada penerima manfaat,” tegasnya.

Jordi menjelaskan, pelabelan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Penerapan Label pada Ompreng dalam Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Menanggapi keluhan yang muncul, Jordi berharap persoalan tersebut dapat ditelusuri berdasarkan informasi dan bukti yang jelas, sehingga kondisi makanan serta proses pendistribusiannya dapat diketahui secara utuh.

Ia menegaskan, pihaknya terbuka terhadap evaluasi dan berharap setiap persoalan dapat diklarifikasi berdasarkan fakta di lapangan.

Dengan demikian, informasi mengenai keluhan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti secara objektif melalui penelusuran terhadap waktu distribusi, kondisi makanan, serta keterangan dari pihak-pihak terkait.

Ditulis oleh Ega Nugraha