Skip to content
Pojok Jabar
Rabu, 7 Oktober 2026

Brutal! Wartawan di Karawang Diduga Dikeroyok Puluhan Orang, Kepala Luka hingga 30 Jahitan

, · 20:36 WIB ·
Foto: Ilustrasi kondisi korban pengeroyokan yang mengalami luka di bagian kepala hingga harus mendapat jahitan.(Pojoksatu).
Foto: Ilustrasi kondisi korban pengeroyokan yang mengalami luka di bagian kepala hingga harus mendapat jahitan.(Pojoksatu).

POJOKJABAR.COM, KARAWANG – Seorang jurnalis Berita Nusantara Nasional (BNN), Wawan Santoso, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di sebuah tempat biliar di wilayah Rengasjaya, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jumat (4/9/2026) malam.

Advertisement

Akibat peristiwa tersebut, Wawan mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan sekitar 30 jahitan. Selain itu, korban juga mengalami luka pada bagian tangan kanan dan dada.

Wawan mengungkapkan, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi secara tiba-tiba. Menurut keterangannya, sebelum kejadian tidak terjadi perselisihan dengan para terduga pelaku.

“Saya dipukul dan dikeroyok menggunakan kursi, stik biliar, bola biliar, dan tangan,” ujar Wawan, Sabtu (5/9/2026).

Advertisement

Usai kejadian, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Rengasdengklok dan menjalani pemeriksaan medis serta visum untuk kepentingan proses hukum.

Berdasarkan informasi yang diterima korban, terdapat seorang terduga pelaku yang disebut-sebut berinisial SL alias IP, warga Bojong, Dusun Rawa Bebek, Desa Rengasdengklok Selatan.

Namun, identitas dan keterlibatan pihak-pihak yang diduga terlibat masih memerlukan pembuktian serta pendalaman oleh aparat penegak hukum.

Korban menyebut petugas Reskrim Polsek Rengasdengklok telah mendatangi lokasi kejadian.

Namun, Wawan berharap aparat kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Keterlambatan penanganan yang dirasakan korban pun memicu kekecewaan. Wawan, yang juga tergabung dalam Forum Persatuan Media Indonesia (PMI), meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas dalam mengusut kasus tersebut.

Menurutnya, peristiwa yang dialaminya tidak hanya menyangkut persoalan pribadi, tetapi juga menjadi perhatian terkait keamanan dan keselamatan jurnalis.

Wawan berharap rekan-rekan media turut mengawal proses penanganan perkara tersebut hingga tuntas.

Hingga saat ini, publik masih menantikan penjelasan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan, motif kejadian, serta langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Kasus ini diharapkan dapat ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (Redaksi)

Ditulis oleh Ega Nugraha