POJOKJABAR.com — Aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang dipimpin Botok mendapat apresiasi sekaligus catatan keras dari penggagas Parlemen Bayangan Indonesia Pasti, Heru Subagia.
Heru menilai keberanian massa dalam menyampaikan aspirasi hingga dapat diterima Wakil Ketua DPR RI patut diapresiasi. Menurutnya, sejumlah agenda politik yang dibawa dalam aksi tersebut juga telah berhasil disampaikan kepada pihak parlemen.
Namun, Heru meminta langkah selanjutnya tidak berhenti pada hasil pertemuan tersebut. Ia bahkan menyerukan agar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu segera melakukan evaluasi dan mengambil keputusan besar terkait keberlangsungan gerakan.
“Yang pertama, sekali lagi kita apresiasi atas tekad, keberanian, dan kesuksesannya. Sudah bisa diterima oleh Wakil Ketua DPR dan sejumlah agenda politik serta tujuannya sudah tersampaikan,” ujar Heru.
Di sisi lain, Heru mengimbau Botok dan seluruh elemen Aliansi Masyarakat Pati Bersatu untuk kembali meninjau hasil perjuangan yang telah dilakukan, termasuk mengevaluasi kesepakatan yang telah dirumuskan bersama DPR RI.
Menurut Heru, pembubaran aliansi tersebut justru dapat menjadi momentum untuk membangun gerakan yang lebih luas dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan aktivis dari berbagai daerah.
“Saya selaku penggagas Parlemen Bayangan Indonesia Pasti memberikan catatan sekaligus imbauan, bahkan peringatan kepada Mas Botok dan teman-teman Aliansi Masyarakat Pati Bersatu untuk kembali melakukan evaluasi dan mengakhirinya dengan sebuah kesepakatan bersama, bahwa apa yang sudah menjadi perumusan keputusan atau kesepakatan DPR, terutama yang diwakili Mas Botok, agar segera dibubarkan,” tegasnya.
Dorong Gerakan Politik Nasional
Heru mengatakan, keputusan tersebut menurutnya tidak cukup jika hanya menjadi keputusan internal organisasi. Ia berharap langkah berikutnya dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang merepresentasikan aspirasi masyarakat dan aktivis di berbagai daerah.
Ia pun membuka ruang kolaborasi kembali dengan Botok dan kelompok-kelompok gerakan lainnya untuk duduk bersama, menyusun agenda, merumuskan langkah, serta menentukan tindakan kolektif yang lebih terorganisasi.
“Ini bukan hanya sekadar keputusan di internal Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, tetapi keputusan yang nantinya bisa mewakili masyarakat dan aktivis seluruh Indonesia,” katanya.
Heru bahkan menyebut rencana tersebut sebagai upaya membangun sebuah seruan politik nasional yang didasarkan pada tujuan dan agenda bersama.
Menurutnya, gerakan tersebut harus dirancang secara matang, tertata dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis, mahasiswa hingga kelompok masyarakat sipil.
Serukan Aksi Damai di Gedung DPR RI
Dalam pernyataannya, Heru juga menyerukan agar masyarakat, mahasiswa dan aktivis kembali turun ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi ke Gedung DPR RI.
Namun, ia menekankan aksi tersebut harus dilakukan secara damai dan meninggalkan tindakan anarkisme.
“Berangkat bersama-sama untuk kembali menduduki DPR dengan cara-cara damai, meninggalkan anarkisme, dan membawa sejumlah agenda besar yang tertata serta terorganisasi,” ucapnya.
Heru menilai gerakan yang lebih besar harus dibangun atas dasar kesatuan tujuan, bukan hanya mewakili kepentingan satu kelompok atau tokoh tertentu.
UU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor
Salah satu agenda yang menurut Heru perlu kembali didorong adalah percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.
Ia juga menambahkan tuntutan lain yang dinilainya penting dalam agenda pemberantasan korupsi, yakni penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Menurut Heru, isu pemberantasan korupsi dan perampasan aset hasil kejahatan harus menjadi salah satu agenda utama dalam gerakan masyarakat sipil ke depan.
“Yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini yakni pemberantasan dan perampasan aset koruptor. Dan satu lagi yang kemungkinan kemarin lupa disuarakan atau bahkan masuk dalam kesepakatan Mas Botok dengan DPR, yakni hukuman mati buat koruptor,” ujarnya.
Ajak Aktivis Seluruh Indonesia Bersatu
Heru kemudian mengajak seluruh elemen gerakan masyarakat untuk kembali merapikan barisan dan menyatukan tujuan.
Ia berpandangan perubahan fundamental dalam tata kelola pemerintahan membutuhkan keterlibatan masyarakat yang lebih luas melalui mekanisme penyampaian aspirasi secara konstitusional dan damai.
“Saya, Heru Cirebon, penggagas Parlemen Bayangan Indonesia Pasti, bersama masyarakat pada umumnya, mahasiswa, gerakan, aktivis dan semua elemen bangsa, layak untuk segera merapikan barisan, menyatukan tujuan dan melakukan gerakan yang dahsyat,” katanya.
Dalam seruan yang disampaikannya, Heru secara terbuka mengajak Botok serta aktivis dari berbagai daerah untuk kembali menyusun rencana aksi ke Jakarta.
“Ayo, Mas Botok dan para aktivis seluruh Indonesia. Mari kita rancang dan susun turun lagi ke Jakarta, ke Gedung DPR RI. Kita geruduk bersama untuk segera mendorong DPR RI mengesahkan UU Perampasan Aset dan menambahkan hukuman mati bagi koruptor,” seru Heru Subagia.
Ia menegaskan, seluruh agenda tersebut menurutnya harus dibangun melalui kebersamaan, keikhlasan dan komitmen untuk mendorong perubahan yang lebih mendasar di Indonesia.***