Bantu Pengembangan Warung, Baznas Kabupaten Sukabumi Bakal Gelontorkan Rp 1 Miliar

Kepala Bidang Administrasi Umum Baznas Kabupaten Sukabumi, M Kamaludin.

Kepala Bidang Administrasi Umum Baznas Kabupaten Sukabumi, M Kamaludin.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi, segera merealisasikan program Zakat Mart (Zmart) dengan menyiapkan anggaran dari Baznas Pusat dan Baznas Provinsi Jawa Barat sebesar Rp1 miliar.

Anggaran ini bakal dialokasikan untuk membantu masyarakat miskin yang memiliki warung khususnya di daerah perkotaan.

Kepala Bidang Administrasi Umum Baznas Kabupaten Sukabumi, M Kamaludin menjelaskan, Zmart ini merupakan program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk usaha ritel mikro dengan meningkatkan eksistensi dan kapasitas untuk mangatasi kemiskinan di wilayah urban.

“Zmart ini untuk meningkatkan kepasitas warung sehingga dapat tumbuh dan berkembang di tengah pasar ritel modern serta mengatasi kemiskinan khususnya di wilayah perkotaan,” kata Kamaludin saat disambangi Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id) di ruang kerjanya, rabu (12/2/2020).

Pada 2020 ini, lanjut Kamal, Baznas Kabupaten Sukabumi menargetkan bantuan pengembangan sebanyak 50 unit warung dengan bantuan modal Rp20 juta per warung, Rp6 juta rehab warung dan Rp6 juta untuk produknya.

“Kalau ditotalkan per warungnya bisa mendapatkan Rp32 juta untuk pengembangan. Anggaran ini untuk rehab warung, membuat brending Baznas, pruduk dan pengembangan lainya.

Yang tadinya asal-asalan dengan bantuan ini bakan ditata sedemikian rupa sehingga dapat bersaing dengan toko modern,” paparnya.

Dalam pengembangan warung ini, sambung Kamal, bagi yang sudah mendapatkan bantuan Baznas bakal secara kontinu membinanya mulai penataan warung hingga pengelolaan keuangan sehingga bisa berkembang lebih baik lagi.

“Tentunya dalam hal ini, kami tidak memberikan bantuan begitu saja. Tetapi akan ada pembinaan mulai dari penataan warung sampai pengelolaan keuangan sampai dua tahun ke depan,” ucapnya.

Menurut Kamal, adapun persyaratan untuk mendapatkan bantuan tersebut yakni, masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp3 juta per bulannya, membuat surat pernyataan dari desa setempat, memiliki warung di tempat sendiri dan usia maksimal 56 tahun.

“Jika pengajuan sudah masuk, kami akan langusung melakukan penilaian langsung ke lokasi. Jika memenuhi persyaraatan tentunya akan kami berikan bantuan untuk pengembangan usahanya. Kami berharap, dengan danya bentuan pengembangan usaha ini bisa meminimalisir masyarakat yang terjerat hutang dengan rentenir,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds