Purwakarta Kini Tujuan Wisata Budaya Mancanegara

Berita Terkini Purwakarta

Pertunjukan tari Bali di Purwakarta. | Foto: Ade Winanto

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Kabupaten Purwakarta terus berbenah sebagai daerah tujuan wisata budaya. Bupati Dedi Mulyadi terus meningkatkan sektor wisata dengan beragam pertunjukan budaya. Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara pun kini menikmati aneka ragam budaya yang dipertunjukan Kabupaten Purwakarta.

Saat Festival Purwakarta Gianyar beberapa waktu lalu, ribuan warga dari berbahai daerah dan negara memadati area pertunjukan yang menggelar tari kolosal Prabu Siliwangi di Bale Maya Datar Alun-alun Purwakarta.

Meski gerimis saat pertunjukan, pengunjung tetap bertahan untuk menyaksikan cerita di balik tarian khas Pulau Dewata itu. Bukan sekedar pertunjukan tarian yang ingin mereka ketahui, tapi penonton ingin mengakrabi setiap pagelaran budaya yang dihadirkan bupati Dedi Mulyadi.

Seperti halnya Enung Tuti (27), ibu dua anak warga Jatiluhur ini mengaku selalu hadir membawa serta anaknya setiap ada pagelaran budaya di kotanya.

“Saya perhatikan setiap event yang Pak Dedi gelar pasti punya misi dan makna sangat baik yang tersirat di dalamnya. Malam ini saja selain bisa lihat seniman asli asal propinsi Bali, juga ada kesamaan cerita masa lalu antara Bali dan Sunda. Ini bagus menambah optimisme saya sebagai orang Sunda yang ramah, orang Bali juga ternyata mengakuinya,” jelas mantan aktivis keagamaan di Purwakarta ini.

Beda lagi dengan Mr. L.A.N Fiddes, seorang turis Australia yang sengaja datang mengamati kebudayaan yang ada di Indonesia ini. Bule yang lama tinggal di Bali sejak 1999 mengaku sangat mengapresiasi budaya Sunda yang dinilainya cukup bersahaja dan ramah. Menurutnya keluhuran budaya yang ada di Indonesia, dibingkai dalam satu bendera yakni merah putih patut dicontoh oleh siapapun.

“Di sini benar-benar luar biasa. Di Purwakarta orangnya ramah, familiar murah senyum dan itu sangat jarang terjadi di Australia, untuk pementasan saya acungi jempol. Kolaborasi yang benar-benar mengagumkan terlebih mereka baru pertama kali latihan benar-benar luar biasa.” Pungkasnya.

Pagelaran Tari kolosal Prabu Siliwangi saat itu diperankan  113 seniman dari Sanggar Tari Paripurna Bona Gianyar Bali yang sengaja datang bersama bupatinya yaitu Anak Agung Gede Agung Bharata. Selain seniman dari Bali, tariannya juga dikolaborasi dengan seniman purwakarta.

Kolosal ini menceritakan kisah perang bubat, diangkat dari versi orang Bali dalam kitabnya Sundayana. Hadir dalam pagelaran itu selain bupati Purwakarta dan Gianyar, ada juga tokoh yang kerap kontroversial dalam sikap dan gayanya  Farhat Abbas dan pasangannya Regina.

(adw/kan/ps)

Feeds