Pembangunan Double Track Bogor-Sukabumi ‘Usir’ 300 KK

MENINJAU LOKASI: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada saat melakukan peninjauan lokasi pembangunan (groundbreaking) jalur ganda kereta api atau double track
Bogor-Sukabumi, Kamis (14/12) sore.

MENINJAU LOKASI: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada saat melakukan peninjauan lokasi pembangunan (groundbreaking) jalur ganda kereta api atau double track Bogor-Sukabumi, Kamis (14/12) sore.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Rencana pembangunan double track Bogor-Kabupaten Sukabumi, akan segera direalisasikan.

Pasalnya, warga terdampak pembebasan lahan sudah setuju untuk direlokasi sehingga harus segera diselesaikan.

Dari informasi yang diperoleh, pembangunan jalur ganda kereta api ini, fase pertama sepanjang 7,5 Kilometer (Km) ditargetkan rampung tahun 2018

ini. Namun sebelumnya, proses pembangunan sempat terhambat pada pembebasan lahan yang akan digunakan.

“Alhamdulillah saat ini masyarakat sudah legowo dan siap untuk direlokasi. Karena, mereka juga memahami bahwa lahan yang ditempatinya milik PT KAI,” kata Camat Cicurug, Agung Gunawan kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Rabu (8/8/2018).

Adapun lanjut Agung, jumlah warga yang terdapak sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) dari tiga desa. Diantaranya, Desa Benda, Desa Tenjoayu dan Kelurahan Cicurug.
Menurutnya, bagi warga yang terdampak akan diberikan uang kerohiman yang akan diberikan tim penilayan.

“Ada empat yang menjadi kerohiman itu. Misalkan, masyarakat yang berjualan dan lahan dipakai untuk usaha. Tentunya dengan adanya relokasi ini, mereka akan kehilangan penghasilan. Sehingga, hal itu akan diperhitungkan tim tersebut untuk pembayarannya,” terangnya.

Tak hanya itu, Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (TTPDSK) ini juga akan memperhitungkan untuk sewa rumah yang tidak luput dari indikator penilayan.

Termasuk juga bangunan sesuai dengan kelasnya akan diganti.

“Beberapa waktu lalu dari provinsi sudah ada yang ke sini (Cicurug) untuk melakukan pengecekan. Alhamdulillah warga sudah setuju di relokasi, sehingga secepatnya pembangunan bisa direalisasikan,” imbuh Agung.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa yang juga menjadi ketua tim terpadu mengungkapkan, proses pembebasan lahan harus segera diselesaikan guna menghindari adanya provokasi yang akan mengganggu pembangunan.

Menurutnya, salah satu persyaratan untuk melakukan pembayaran pembebasan lahan adalah adanya ketetapan Gubernur. Karena itu, pihaknya menargetkan penetapan tersebut akan selesai pekan ini, agar pembayaran dapat langsung diserahkan pada 514 keluarga terdampak.

“Atas laporan tim terpadu, Alhamdulillah masyarakat sudah setuju,” kata Iwa.

Dia menambahkan, salah satu persyaratan untuk melakukan pembayaran pembebasan lahan adalah adanya penetapan Gubernur. Sementara, targetnya di minggu ini sudah bisa selesai. Sehingga minggu depan pembayaran sudah diserahkan pada masyarakat. Pentingnya pembangunan jalur ganda kereta api ini sebagai program strategis nasional.

Proyek itu, bukan hanya merealisasikan arahan dari Presiden RI, melainkan juga menyediakan sarana transportasi orang dan barang di daerah Cicurug hingga Cigombong.

Kemudahan dan percepatan transportasi barang dan orang ini, dapat berdampak signifikan pada peningkatan ekonomi masyarakat Cicurug dan Cigombong.

“Pembangunan proyek ini bukan hanya karena arahan pak presiden, tapi juga bagaimana kita membantu masyarakat banyak, utamanya dalam angkutan barang dan orang,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, Heru Wisnu. Menurutnya, proyek jalur ganda kereta api ini akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Sehingga, pada proses pembangunannya diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak guna menjaga ketertibannya.

“Ini adalah program strategis nasional yang dibutuhkan masyarakat luas. Mohon bantuan semuanya dalam penertiban, karena pembangunan fase satu ini harus selesai di tahun ini,” katanya.

Secara keseluruhan, jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi memiliki panjang 56 KM, dengan fokus fase satu di jalur Cicurug-Cigombong sepanjang 7,5 KM. Nantinya, jalur ini akan menjadi salah satu solusi angkutan barang dan orang di Sukabumi dan Bogor.
Selain itu, kapasitas dan intensifi tas perjalanan kereta akan bertambah yang sebelumnya 6 kali sehari, menjadi 12 kali sehari. Jumlah orang yang diangkut sebelumnya hanya berkisar 3.516 orang, diperkirakan dapat meningkat hingga 11.520 orang per hari.

Dengan demikian, ada kenaikan secara signifi kan hampir 400 persen. Sedangkan untuk waktu tempuh dari Bogor ke Sukabumi maupun sebaliknya yang sebelumnya berdurasi 2 sampai 3 jam, akan terpangkas menjadi hanya 1 jam 20 menit.

“Bahkan, waktu tempuh untuk lintas Sukabumi hanya membutuhkan waktu 1 jam saja,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr16)


loading...

Feeds