Bikin Puluhan Warga Cibodas Keracunan, Lima Sampel Makanan Diperiksa

keracunan (Ilustrasi)./Foto: Istimewa

keracunan (Ilustrasi)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com SUKABUMI – Lima sampel makanan yang diduga menjadi penyebab puluhan warga Kampung Cibodas, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak mengalami keracunan akhirnya dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.

Sementara mengantisipasi bertambahnya jumlah korban, Puskesmas Nagrak membuka posko di lokasi warga yang terdampak keracunan.

Kepala Puskesmas Nagrak, Aria Firmansyah menjelaskan, lima jenis sampel makanan ini terdiri dari nasi, ayam, bihun, kentang dan air. Semuanya telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk diperiksa di laboratorium Bandung.

“Sampel makanan kita periksakan, posko kesehatan juga kita dirikan di sekitar lokasi sebagai antisipasi adanya korban lain yang belum melapor atau berobat,” jelasnya, Rabu (11/7/2018).

Hasil penyisiran yang dilakukannya dengan pihak pemerintah setempat, tercacat 19 orang masuk IGD BLUD RS Sekarwangi Cibadak dan delapan diantaranya masuk ke Puskesmas Nagrak. Walaupun begitu, secara bertahap pasien telah mengalami peningkatan yang cukup baik sehingga sebagian sudah pulang ke rumah masing-masing.

“Dari hasil pendataan, 19 orang dilarikan ke rumah sakit dan lima orang diantaranya sudah dipulangkan. Sementara, di Puskesmas ada 8 orang, tinggal satu orang yang masih dirawat,” sebutnya.

Terkait penyebab puluhan warga mengalami gejala mual-mual pusing dan buang air besar ini, Aria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sukabumi ini belum bisa berasumsi. Menurutnya, ia bakal menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap lima sampel makanan yang dibawa.

“Kami belum bisa pastikan apakah hidangan hajatan itu yang menjadi penyebabnya, termasuk soal status kejadian ini. Nanti kita tunggu saja hasil laboratoriumnya,” ujarnya.

Hasil penyelidikan di lapangan, warga yang mengalami gejala serupa itu mayoritas adalah warga yang jaraknya cukup jauh dari lokasi hajatan.

Yang pasti, pihaknya kini terus melakukan penyisiran dan mempersiapkan posko kesehatan.

“Yang cukup heran itu, justru warga diradius 100 sampai 200 meter yang mengalami gejala itu. Sedangkan, di sekitar lokasi terlihat biasa-biasa saja. Yang jelas, kita terus ketuk seluruh pintu rumah warga untuk memastikan kondisinya baik,” tutupnya.

Sementara itu, Humas BLUD RS Sekarwangi Cibadak, Ramdansyah menambahkan, dari 19 pasien yang terindikasi mengalami keracunan, secara bertahap kondisinya sudah membaik bahkan sebagian sudah bisa pulang. Walaupun begitu, pihaknya terus memberikan penanganan kesehatan sesuai dengan prosedur.

“Dari 19 pasien yang masuk, 12 diantaranya masih dirawat karena kondisinya mengalami lemas, sisanya sudah pulang. Tentunya, kami berikan pelayanan kesehatan sesuai prosedur,” pungkasnya.

(radar sukabumi/Cr15)


loading...

Feeds