Terungkap! Inilah Jumlah Hutang Nining ke Bank

Polres Sukabumi Kota Beberkan Kebohongan Nining

Polres Sukabumi Kota Beberkan Kebohongan Nining

POJOKJABAR.com, SUKABUMI –– Fakta demi fakta terkait kasus rekayasa Nining Sunarsih (52) warga Kampung Cibunar, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, terus diungkap Polres Sukabumi pemeriksaan tiga saksi tambahan yakni dua kerabatnya dan satu saksi dari pihak bank.

Al hasil, terungkap fakta terbaru. Pada pertengahan 2016 lalu, Nining mengajukan pinjaman kepada Bank BRI Cisaat senilai Rp 35 juta dengan massa pinjaman selama dua tahun serta angsuran sebesar Rp 1,8 juta.

BACA JUGA : Soal Kasus Nining, Polres Sukabumi Kota Punya Kejutan

Namun, Nining hanya mampu membayar cicilan hingga tujuh bulan sehingga menyusun skenario meninggal tenggelam di Pantai Citepus Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi agar terbebas dari jeratan hutang.

“Karena tidak mampu pembayaran cicilan akhirnya dibuat rekayasa tersebut. Pada 31 Januari 2017, cicilan tersebut dianggap lunas dengan berbekal surat kematian yang dibawa kerabatnya kepada bank,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Senin (9/7/2018).

Dengan adanya surat kematian tersebut, pihak bank menganggap lunas hutang pihutang Nining dan bank langsung mengembalikan sertifikat rumah yang menjadi jaminan kepada pihak keluarga.

“Sementara, hasil keterangan dua saksi kerabatnya, pada sore hari setelah merekayasa tenggelam. Sekitar pukul 17.00 WIB, Bu Nining mendatangi rumah kerabatnya yang berada di Cianjur,” terangnya.

BACA JUGA : Mantap! Gadis Cantik Asal Kota Sukabumi Ini Go Internasional

Kemudian sambung dia, Nining bercerita dan mengaku kepada kerabatnya bahwa dirinya membuat rekayasa tenggelam. Sehingga, Nining meminta kepada kerabatnya untuk dicarikan pekerjaan di Jakarta.

“Bu Nining sempat menginap di rumah kerabatnya yang berada di Cianjur selama satu malam sebelum berangkat ke Jakarta untuk dicarikan pekerjaan,” paparnya.

Pihaknya, akan terus melakukan pendalaman terkait kasus rekayasa Nining yang sempat menghebohkan publik tersebut. Dalam hal ini, kepolisian berusaha proaktif guna mengkuak fakta dibalik hilangnya Nining dan dengan saksi kunci dua orang kerabatnya.

“Dari keterangan saksi, maka jelas bahwa Ibu Nining tidak tenggelam. Karena, setelah dinyatakan hilang Ibu Nining langsung menuju ke Cianjur dan menginap di sana selama satu malam,” imbuhnya.

Kepolisian samapai saat ini tambah Susatyo, masih menunggu laporan dari pihak bank apabila ada hal yang dirugikan. Selain itu, polisi sudah memberitahukan kepada bank terkait fakta rekayasa Nining tersebut.

“Tetapi perlu diingat juga, bahwa perkara ini memang bersumber pada keterangan Ibu Nining. Namun, saat ini masih dalam observasi selama satu Minggu oleh dokter jiwa,” ulasnya.

Dalam penanganan kasus ini menurut Susatyo, pihaknya tetap mengedepankan langkah kemanusian untuk bisa memulihkan kondisi Nining supaya semakin terang. Sehingga, dalam penegakan hukum tidak samapai menghambat proses penyembuhan Nining.

“Kami bersama pihak rumah sakit berusaha untuk bisa memulihkan dan mencari penyebab depresinya Ibu Nining. Tidak menutup kemungkinan, persoalan ini bisa meningkatkan status menjadi penyidikan,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr16)


loading...

Feeds