Wisatawan Asal Cianjur Jadi Korban Keganasan Pantai Citepus Palabuhanratu

ilustrasi.

ilustrasi.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kendati musim libur lebaran 2018 telah berlalu, namun kunjungan wisatawan ke Pantai Palabuhanratu sebagai salah satu kawasan Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geoparck (CPUGG) masih saja ramai. Begitu juga dengan keganasannya.

Pantai Palabuhanratu kembali menggulung wisatawan yang lagi-lagi tak mengindahkan peringatan petugas.

Dua wisatawan akhirnya terseret arus setelah digulung ombak di Pantai Citepus, Palabuhanratu sekitat pukul 15.00 WIB, Minggu (1/7/2018).

Kendati tak ada korban jiwa, namun satu diantaranya yang diketahui bernama Ajid (29) warga Kampung Kabandungan, RT 2/3, Kelurahan Margakuyu, Kecamatan Cugenang, Kaburaten Cianjur kritis.

Sementara satu korban lagi, Hendra Rudiansyah warga Kampung Bantarmuncang RW 9, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Informasi yang dihimpun, keduanya berenang di Pantai Citepus Al-Istiqomah. Namun, tiba-tiba ombak besar menggulungnya dan arus bawah pun menarik kedua korban.

Tim Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang sedang melakukan pemantauan, langsung berenang menyelamatkan kedua korban.

Setelah dievakuasi ke pinggir pantai, Ajid pun sempat dipompa jantungnya dan diberikan napas buatan. Sontak kondisi itu membuat ratusan pengunjung lainnya berkurumun dengan rasa penasaran.

“Kedua korban langsung dibawa ke RS BLUD Palabuhanratu untuk mendapatkan tindakan medis,” kata Ketua Tim Balawista Kabupaten Sukabumi, Yanyan Nuryanto kepada Radar Sukabumi.

Yanyan menyebutkan, hingga berita ini ditulis kondisi Ajid masih dalam keadaan kritis. Sedangkan satu lagi selamat. Ia berharap, wisatawan yang menikmati pantai agar mematuhi rambu-rambu dan imbauan para penjaga pantai (Lifeguard).

“Kita juga keterbatasan personel. Agar liburannya menyenangkan dan selamat, mohon wisatawan agar mematuhi imbauan dan larangan,” pintanya.

(radar sukabumi/ryl)


loading...

Feeds