Titik Rawan Ini DIjega Ketat Ratusan Personel Polres Sukabumi Kota

TUMPAH RUAH: Masyarakat memadati pusat perbelanjaan di Kota Sukabumi untuk memenuhi kebutuhan lebaran baik itu untuk keluarga maupun sanak saudaranya.

TUMPAH RUAH: Masyarakat memadati pusat perbelanjaan di Kota Sukabumi untuk memenuhi kebutuhan lebaran baik itu untuk keluarga maupun sanak saudaranya.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Membludaknya masyarakat dipusat perbelanjaan menjelang lebaran, Polres Sukabumi Kota menempatkan sedikitnya 307 personel di Pos Pam.

Hal tersebut dilakukan, guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan khususnya tindakan kejahatan.

Dari informasi yang diperoleh, dalam operasi Ketupat Lodaya 2018 Polres Sukabumi Kota menempatkan beberapa pos.

Diantaranya, satu posko utama, tiga Pos Pam, satu Pos Yan, 14 Pos Singgah Patroli rawan kejahatan atau tawuran, 9 Pos Singgah Patroli kawasan wisata dan dua Sub Posyan Stasiun Kereta Api.

“Setiap pos di pimpin koordinator dan padal. Sementara, sejauh ini situasi kondusif,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condri.

Selain menempatkan ratusan personel dengan bersenjata lengkap, disetiap pos juga menempatkan satu unit mobil ambulance. Hal ini untuk mengantisipasi adanya warga yang pingsan dan lainnya sehingga tidak perlu repot lagi mencari mobil untuk membawanya ke Rumah Sakit (RS).

“Selain itu, pos ini juga untuk mendekatkan pelayanan kepolisian terhadap masyarakat. Kami siap melayani kapan pun,” tuturnya.

Apabila terjadi hal-hal yang tak di inginkan sambung dia, masyarakat dapat segera melaporkannya di pos yang sudah disediakan dari jauh hari. Sehingga, pihak kepolisian dapat menangani secepatnya. Dalam pengamanan Idul Fitri, pihaknya juga terus menggencarkan patroli malam untuk menjaga kondusifitas.

“Sehinga, masyarakat sekitar merasa aman dan nyaman karena kami terus berada ditengah masyarakat,” paparnya.

Sebab tambah Susatyo, tak dipungkiri pada lebaran kebutuhan ekonomi meningkat sehingga dengan perekonomian mendesak, maka dapat timbul tindakan kejahatan seperti pencurian dan lainnya.

“Inilah yang perlu diantisipasi sehingga tidak terjadi halhal seperti itu. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaannya,” pinta Susatyo.

Sementara itu, meski sudah tak ada lagi Pasar Marema sepanjang jalan Harun Kabir, namun sepanjang jalan tersebut H-3 menjelang lebaran Idul Fitri 1439 H sangat ramai di datangi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan lebaran.

Bahkan dari pantauwan Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), sudah tiga hari terakhir ini di jalan tersebut menjadi lautan maunsia.

Padahal, jalan Harun Kabir sudah ditutup oleh para petugas keamanan dari Kepolisian dan Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi.

Dengan tujuan, agar tidak ada kendaraan roda dua maupun empat yang melintasi jalan tersebut. Karena kalau dibiarkan, menambah kemacetan jalan.

Namun, masih saja jalan tersebut membuat para pejalan masih berdesakan. Salah seorang pedagang buah di jalan Harun Kabir, Roy (24) mengatakan, keramaian seperti ini sebetulnya sudah sering terjadi di setiap tahunnya menjelang Idul fitri. Bahkan, H-3 ini tidak separah H-5 kemarin.

“Kemarin Minggu, banyak kendaraan yang lewat dan sempat menambah kemacetan. Tapi sekarang jalan sudah di tutup. Saling berdesakan pun mulai berkurang,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Selasa (12/6/2018).

Roy menambahkan, jika macet aktivitas jual belinyapun sedikit terganggu. Bahkan akibat saling berdesakan, terkadang buahbuahan yang ia jual pun terjatuh.

“Barang dagangan saya sering kesenggol dan jatuh, terpaksa harus diberesin lagi,” ungkapnya.

Tetapi dengan adanya keramaian tersebut, dagangannya cukup laris dan membuat ia terus semangat berjualan, meski lelahnya berjualan di waktu ini melebihi hari-hari biasa.

“Satu tahun sekali seperti ini, meski ramai dan berdesakan dan terkadang pusing juga, tapi bikin barokah. Pendapatan kita terus naik,” katanya.

Sementara itu, salah seorang yang sedang berbelanja asal Nangeleng, Riska (30) mengatakan, sepanjang jalan Harun Kabir banyak sekali orang yang datang untuk mempersiapkan lebaran nanti. Hal itu membuat dirinya sampai merasa pusing.

“Banyak orang liatnya pun jadi pusing. Apalagi tadi sempat berdesak-desakan,” singkatnya.

(radar sukabumi/cr17/cr16/d)


loading...

Feeds