Polisi Amankan Belasan Anjal Tawuran di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi

Sejumlah anjal digelandang di Polres Sukabumi Kota, Senin (11/6)

Sejumlah anjal digelandang di Polres Sukabumi Kota, Senin (11/6)

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Belasan anak jalanan (anjal) diamankan polisi, Senin (11/6/2018) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.

Sedikitnya 15 anjal yang terdiri dari 12 anjal laki-laki dan tiga anjal perempuan digelandang ke Mapolres Sukabumi Kota lantaran terlibat perkelahian hingga penganiayaan antar sesama anjal pada Minggu (10/6/2018) tengah malam di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, tepatnya di arena bola basket.

Kronologi tersebut dipicu masalah sepele, dimana Korban bernaman Juned (20) mengambil ponsel milik salah satu anjal bernama Zidan (20) saat berada di Kota Bogor, beberapa waktu lalu. Bukannya mendapatkan kembali ponselnya, Zidan justru dipukuli oleh Juned. Keduanya, merupakan anjal yang sering mengamen di Kota Sukabumi.

Tak terima atas perlakuan tersebut, Zidan yang kembali dari perantauannya kemudian melapor kepada Ipang, (18) rekan sesama anjal yang biasa mengamen di Kota Sukabumi. Mendengar kabar itu, Ipang kemudian mengajak sejumlah rekannya untuk mendatangi Juned saat tiba ke Kota Sukabumi.
“Kita disini semuanya teman, tapi sudah seperti saudara. Melihat saudara saya dibegitukan, ya tidak terima. Pas ditanya si Juned malah balik nyolot. Karena tidak bisa diajak bicara baik-baik, makannya kita pukulin. Enggak pakai alat apa-apa, pukulin orang itu sama banyakan, cukup pakai tangan kosong aja,” kata Ipang.

Sementara Anjal lainnya asal warga Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Gilang (18) mengaku, dirinya tidak mengetahui kejadian tersebut. Sebab, pada saat kejadian tengah tidur di GOR. Namun, yang lainnya berada di Lapdek.

“Ketika saya bangun, tiba-tiba dibangunin polisi, terus disuruh ikut kesini, ke Polres. Jadi tidak tahu apa-apa,” akunya.

Kabagops Polres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim menjelaskan, saat diperiksa enam anjal mengakui perbuatannya telah menganiaya Juned. Sementara, sembilan anjal sisanya mengaku tidak ikut terlibat karena tengah tertidur di emperan GOR Kota Sukabumi.

“Diketahui, penganiayaan bermotif dendam. Enam anjal yang terlibat penganiayaan diperiksa lebih lanjut oleh aparat kepolisian, sementara korban dibawa ke RSUD R Syamsudin SH untuk mendapat pertolongan utama usai dianiaya,” jelasnya.

Diterangkannya, aksi penganiayaan bermula akibat korban Juned yang diduga mencuri ponsel milik Zidan, rekannya sesama anjal. Sulaeman menyebut, para pelaku kemudian dimintai keterangan lebih lanjut untuk memastikan motif lain dibalik aksi penganiayaan tersebut.

“Ini perkelahian antar sesama temannya. Supaya hal ini tak terulang lagi, khususnya di bulan ramadan, setiap hari kami siapkan anggota untuk berpatroli siang dan malam. Ada polisi ramadan, ada juga polisi masjid. Kita juga siapkan Pos Pam dan Pos Pelayanan guna meminimalisir aksi semacam ini terulan lagi,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr16)


loading...

Feeds