Tebing Amblas, Waspada Lintasi Jalan Lengkong Sukabumi

HATI-HATI: Jalan Raya Jampangtengah – Lengkong di Kampung Bungur, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah amblas sepanjang 12 meter.

HATI-HATI: Jalan Raya Jampangtengah – Lengkong di Kampung Bungur, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah amblas sepanjang 12 meter.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Bangunan pondasi di Jalan Raya Jampangtengah – Lengkong kondisinya membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, jalan yang berada di bawah pengawasan pemerintah Provinsi Jawa Barat ini tepatnya di Kampung Bungur, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah amblas sepanjang 12 meter akibat hujan deras pada beberapa waktu lalu.

Akibat insiden ini, warga setempat dan juga pengendara lainnya harus ekstra hati-hati bila melintasi jalan ini. Terlebih lagi, di sepanjang jalan tersebut tidak ada penerangan jalan umum (PJU) sehingga membuat jalur ini rawan terjadi kecelakaan.

“Kondisi seperti ini sudah tiga bulan lalu. Warga khawatir jika tidak segera diperbaiki, jalan yang amblas ini dapat meluas dan memutuskan akses utama,” jelas Apud (35), warga Jeleubud, Desa/Kecamatan Jampangtengah kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Minggu (10/6/2018).

Hal serupa disampaikan M. Solihin (45), warga Kampung Pananggapan, RT 1/12, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap. Ia mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang amblas tersebut. Dirinya merasa yakin, jika jalan itu tidak segera diperbaiki dapat mengancam keselamatan pengendara lalu lintas.

Terlebih lagi cuaca saat ini, berpotensi terhadap bencana alam. “Saya melihat konstruksi tanah di sini juga sangat labil. Jadi apabila tidak segera dibangun tembok penahan tanah, maka besar kemungkinan jalan ini putus akibat tergerus longsor,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap kepada pemeritah terkait dapat segera membangun tembok penahan tanah dan memperbaiki jalan yang amblas itu. Sebab, jalan yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi dan menuju lokasi objek wisata taman nasional Geopark Ciletuh ini, merupakan akses utama warga menuju tempat publik.

“Kondisi ini berdampak terhadap laju pertumbuhan perekonomian warga. Untuk itu, saya berharap dinas terkait dapat memperbaiki jalan ini, agar tidak terancam putus. Apalagi, saat ini jelang mudik lebaran dan arus lalu lintas pasti akan padat ke jalur ini,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13)


loading...

Feeds