Pasar Harun Kabir Sukabumi Bak Lautan Manusia, Waspada Rawan Kejahatan

BERDESAKAN: Sejumlah warga berdesakan di Jalan Harun Kabir, Kota Sukabumi, Minggu (10/6).

BERDESAKAN: Sejumlah warga berdesakan di Jalan Harun Kabir, Kota Sukabumi, Minggu (10/6).

POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H warga mulai memadati pasar musiman di Jalan Harun Kabir, Kota Sukabumi, Minggu (10/6/2018).

Akibatnya, lokasi tersebut nyaris lumpuh dan berdampak pada lokasi disekitarnya, yakni Jalan Ahmad Yadi dan Jalan ABC.

Dari pantauan Radar Sukabumi, sejak sekitar pukul 10.00 WIB warga mulai berdesakan hingga memenuhi badan jalan. Kondisi ini, terjadi hingga sore hari warga masih membludak hingga tak sedikit yang berbuka puasa di jalan.

“Saya bersama teman memang setiap tahunnya berbelanja untuk lebaran di Kota Sukabumi,” kata salah seorang warga Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Risma (25) kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Minggu (10/6/2018).

Hal senada dituturkan, warga Cikundul, Kelurahan Lembursitu Akim (30), ia besama keluarganya berangkat dari pagi. Namun, karena berdesakan akhirnya harus rela berbuka puasa di jalan sebab tidak bisa pulang secepatnya.

“Kita mau pulang dari tadi hanya saja dijalannya masih berdesakan. Kasiahan anak saya,” tuturnya.

Melihat kondisi ini, Pengamat Publik Sukabumi sekaligus sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Sakti Alamsyah ikut angkat bicara. Dikatakan dia, membludaknya pengunjung pasar ini perlu mendapatkan perhatian serius baik dari Perintah Kota (Pemkot) maupun pihak kepolisian.

“Karena memang dengan kondisi berdesakan seperti ini, bisa menjadi potensi tindakan kejahatan,” paparnya.

Menurutnya, setiap tahun memang warga Sukabumi kerap kali berdatangan ke Kota Sukabumi dengan berbagai keperluan. Terlebih, ketika sudah mendekati lebaran sekitar H-4 beberapa titik pasar menjadi tujuan warga untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri.

“Kondisi ini memang sepertinya menjadi budaya tahunan di Kota Sukabumi. Hal ini, tentu butuh perhatian khusus baik dari pemerintah maupun kepolisian untuk menjaga ke amanan,” imbuhnya.

Sebab, tak dipungkiri dengan warga berbondong-bondong mendatangi pusat perbelanjaan tentunya berpotensi menimbulkan tindakan kejahatan.

“Karena itu, warga perlu waspada ketika berdesakan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pos pam dan sejumlah personel di setiap pusat perbelanjaan. Hal itu, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Penempatan pos pam ini untuk mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sehingga jika terjadi tindakan kejahatan masyarakat bisa segera melaporkannya di pos pam yang disediakan,” jelasnya.

Ditanya soal kemacetan? Ia menjawab, pihaknya sudah antisipasi dengan melakukan rekayasa jalan sehingga bisa meminimalisir terjadinya lemacetan di Kota Sukabumi. Sebab, yang menjadi titik rawan macet di Kota Sukabumi terdapat dua titik yakni, Jalan A Yani depan City Mall dan Jalan RE Martadinata depan Yogya.

Tak hanya itu, rekayasa lalin dan pengalihan arus di bunderan Kimia Farma -Jalan RE Martadinata – Jalan Ir H Juanda – Jalan R Syamsudin – Jalan Surya Kencana dan seputaran Jalan A.Yani Kota Sukabumi. “Apalagi sejak H-4 ini sudah ada peningkatan volume kendaraan di dalam kota hingga mencapai sekitar 30 persen,” cetusnya.

Bagi masyarakat yang hendak berbelanja tambah dia, diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya. Terutama, yang membawa barang berharga. “Wargapun disarankan tidak berpenampilan mencolok agar tidak mengundang adanya tindakan kejahatan. Kami siap setiap waktu dalam melakukan tindakan tegas bagi pelaku kejahatan,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr16)


loading...

Feeds