Tujuh Cabor Unggulan Kota Sukabumi Dicoret Tak Ikut Porda?

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Ketua Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kota Sukabumi, Iwan Hermawan, optimis akan memberangkatkan anak asuhnya pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 di Kabupaten Bogor, Oktober mendatang.

Sebelumnya, Cabang Olahraga (Cabor) Tinju ini tidak masuk dalam list kontingen Kota Sukabumi seperti laporan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi kepada DinasPemuda Olahraga dan Pariwisata(Disporapar) Kota Sukabumi.

“Kalau kita gak ikut, itu KONI super gila, sekarang ini,” tegas Iwan kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), belum lama ini.

Menurut Iwan, Pertina Kota sukabumi tidak pernah absen disetiap penyelenggaraan Porda. Terlebih saat ini pihaknya sudah meloloskan lima kelas di Babak Kualifi kasi (BK), artinya tinggal mempersiapkan atlet untuk bertanding.

“Jika tetap tidak diberangkatkan, sangat aneh, karena kita meloloskan lima atlet di BK,” katanya.

Iwan mengungkapkan, keptusan KONI dengan tidak memberangkatkan Cabor Tinju dinilai aneh dan sepihak. Apalagi tidak ada komunikasi terlebih dahulu tentang pencoretan Cabor Tinju dari kontingen Kota Sukabumi. Padahal selain ketua Pertina Kota Sukabumi, dirinya menjabat sebagai Bimpres di KONI Kota Sukabumi.

‘’Maksudnya ini apa, mau dibawa kemana prestasi olahraga Kota Sukabumi,” ungkapnya.

Cabor tinju sambung Iwan, berhasil menyumbangkan 2 perak dan 3 perunggu pada BK Porda 2018. Torehan anak asuhnya tersebut telah memberikan usaha yang maksimal menuju Porda dan siap untuk mengharumkan Kota Sukabumi.

“Dengan raihan tersebut, prestasi tinju Kota Sukabumi sudah terlihat baik, meski bersaing dengan daerah yang roda organisasinya jauh lebih baik. Seperti, Kota Bogor, tapi kita mampu setara,” akunya.
Iwan menilai, kericuhan yang terjadi saat ini, akibat para pengurus KONI Kota Sukabumi bukan orang olahraga.

“Mereka cabor apa coba? saya pernah sudah lima kali juara umum nasional membawa nama provinsi dan tujuh kali juara umum provinsi membawa nama Sukabumi,” terangnya.

Ditambahkan Iwan, selain Cabor tinju, kabarnya ada enam Cabor lain yang juga dicoret pada list kontingen Kota Sukabumi. Padahal semua Cabor tersebut lolos BK dan meraih medali.

“Berangkat dan tidaknya Cabor itu yang nentuin KONI bukan pemerintah. Saya rasa Aneh, ketika KONI tidak tahu kalau ada tujuh Cabor yang tidak diberangkatkan, padahal itukan SK dari KONI,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kota Sukabumi, Caesar Anwar mengatakan untuk sementara ini Disporapar merencanakan 200 orang yang diberangkatkan, termasuk atlit, pelatih, pengurus KONI dan Disporapar.

“Yang lolos BK porda, kita minta data itu dari KONI dan memang tujuh Cabor muncul karena dengan alasan keterbatasan menyesusaikan anggaran,” ujarnya.

Ia mengaku, sempat berdiskusi dengan pihak KONI terkait persoalan tujuh Cabor tersebut, sehingga itu menjadi keputusan sementara. Selain itu, pihaknya akan mengakomodir semua Cabor. Tapi pihaknya, akan mengusahaakan agar cabor-cabor bisa diakomodir untuk diberangkatkan semua yang sudah lulus BK.

“Harapan saya bisa mengakomodir semua agar ikut, saya sedang mengusahakan. Janji sih tidak yang jelas dua minggu ini saya usahakan agar bisa berangkat semua,” pungkasnya.

(radar sukabumi/Cr17)


loading...

Feeds