Bikin Puyeng, Warga Sukabumi Tak Setuju Soal Rencana Perubahan Nama SMA

VIRAL: Perubahan nomenklatur nama SMA di Kabupaten Sukabumi yang tersebar di media sosial heboh.

VIRAL: Perubahan nomenklatur nama SMA di Kabupaten Sukabumi yang tersebar di media sosial heboh.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Wacana perubahan nomenklatur nama SMA sederajat oleh Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat secara serentak pada Juli 2018, mengundang reaksi dari berbagai kalangan.

Pasalnya nama sekolah yang kini sudah terlanjur membekas di benak alumni dan masyarakat, bakal diganti namanya sesuai urutan usia sekolah.

Seperti yang diungkapkan, Sulaeman (33) alumni SMA N 1 Cisaat. Ia memprotes jika memang Disdik Provinsi Jabar bakal merubah nama sekolah yang menjadi kenangannya semasa muda ini.
Menurutnya, jika merujuk pada daftar perubahan nama yang tersebar di media sosial, nama Smancis bakal hilang karena di ganti menjadi SMAN 24 Kabupaten Sukabumi.

“Entah apa alasannya kalau misalkan benar mau dirubah, padahal seluruh alumni dan masyarakat sudah mengenal iatilah Smancis atau singakatan dari SMAN Cisaat. Jelas kami tidak setuju kalau diganti “ akunya kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Rabu (23/5/2018).

Selain nama legenda Smancis hilang, lanjut pria berbadan kurus ini, urusan administratif sekolah akan terdampak. Misalnya, dalam pengurusan legaliasir ijazah, sragam sekolah dan atribut lainnya harus ikut dirubah.

“Jika perubahan ini dilakukan, sudah pasti berdampak luar biasa. Baik internal sekolah maupun eksternal, harusnya rencana ini dikaji kembali secara mendalam sehingga tidak merugikan banyak pihak,” desak Sulaeman.

Hal lain diungkapkan, alumni SMAN 1 Cibadak, Panji (52). Menurutnya, jika informasi perubahan nomenklatur nama sekolah yang tersebar di media sosial itu benar.

Dirinya meminta agar pemerintah bisa mengsosialiasikannya dengan baik. Sebab dirinya menilai, walaupun yang dirubah hanya nama sekolah, namun dampak sosial yang diakibatkannya cukup luar biasa karena menyangkut ciri khas.

“Jika memang benar, tidak mungkin juga dengan cepat dilakukan. Sepertinya harus ada dasar hukum dan sebagainya. Tapi, kalaupun benar asalkan sosialiasinya benar-benar menyeluruh dilakuakan,” tambahnya.

Ditemui terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah V, Mimin Maryati menyebut, daftar perubahan nama sekolah yang tersebar di media sosial tidak benar. Kendati demikian, dirinya mengakui, Disdik Jabar sudah meminta data SMA di Kabupaten Sukabumi berdasarkan tahun beridirnya.

“Yang tersebar itu tidak benar, entah dari mana sumbernya. Tapi memang ada renacan perubahan nama SMA, karena di Kabupaten Sukabumi rancu. Namun hal itu baru sebatas rencana dan persiapan belum ada daftar yang dibuat,” timpalnya.

Jika memang kedepan ada perubahan nama SMA, lanjut ibu berhijab ini, tidak dilakukan secara sederhana. Artinya, harus mempertimbangkan dan menyangkut kelancaran guru dan siswanya.
“Perubahan didunia pendidikan itu tidak bersifat kedaerahan, harus sinkron dan disetujui oleh pemerintah pusat. Jadi tidak gegabah, kalaupun iya dirubah, bakal ada sosialisasi kepadaseluruhlapisanmasyarakat,” tegas Maryati.

(radar sukabumi/wdy/cr15)


loading...

Feeds