Upah Telat, Buruh PT Sentosa Utama Garmindo Sukabumi Ngamuk

Buruh PT Sentosa Utama Garmindo mogok kerja

Buruh PT Sentosa Utama Garmindo mogok kerja

POJOKJABAR.com SUKABUMI – Buruh PT. Sentosa Utama Garmindo (SUG) di Kampung Caringinkaret RT 4/3, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi terpaksa menggeruduk perusahaan. Kekesalan ratusan karyawan itu memuncak setelah pihak perusahaan telat membayarkan upahnya.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), setelah para buruh melakukan mediasi dengan pihak perusahaan yang dikawal kepolisian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi dan Satpol PP, akhirnya tuntutan mereka bakal dikabulkan pihak perusahaan dengan membayarkan gaji berikut Tunjangan Hariu Raya (THR).

Pengakuan salah seorang buruh yang enggan dikorankan namanya, upah buruh pabrik garmen itu seharusnya diberikan pihak perusahaan pada Selasa (15/5) silam. Selain itu, pihak perusahaan malah menawarkan pinjaman Rp 500 ribu untuk menutupi kebutuhan selama ramadan, sehingga membuat seluruh buruh berontak.

“Kami hanya ingin agar upah yang biasa dibayarkan setiap tanggal 15 dibayarkan. Sebelumnya, pihak perusahaan hanya menjanjikan saja sehingga berujung pada aksi ini,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, Senin (21/5/2018).

Jika kedepan perusahaan melakukan kesalahan yang sama, pihaknya tidak akan segan untuk kembali melakukan aksi protes. Pasalnya, kesalahan serupa kerap terjadi pada perusahaan ini.

“Jika kedepan tetap masih seperti ini, kami akan aksi lagi. Selain itu, kami bakal tetap tagih realiasi hasil mediasi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Indudtrial Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Ahmad Muladi mengatakan, setelah pihak perusahaan dan perwakilan buruh melakukan mediasi, hasilnya manajeman PT. Sentosa Utama Garmindo bakal membayar upah sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan.

“Perusahaan bakal membayarkan gaji karyawan pada Kamis (24/5). Hal ini tertuang dalam kesepakatan bersama yang dibuat antara buruh, perusahaan dan pemerintah,” tambahnya.

Setiap pelaporan dan informasi terkait indikasi kesalahan perusahaan, lanjut Ahmad, pihaknya bakal menindaklanjutinya tanpa melihat perusahaannya. Selain itu, jika masih bandel, pihaknya bakal memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang tidak mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kalau masih ngeyel, kami akan tindak sesuai aturan yang berlaku, tapi pastinya kami lebih mendahulukan jalan musyawarah,” singkatnya.

(radar cianjur/cr15)


loading...

Feeds

Masker dari arang mampu menngatasi masalah bekas jerawat di wajah./Foto: jpc

Begini Proses buat Masker Arang di Rumah

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Belakangan ini arang hitam banyak digunakan dalam beragam produk kecantikan karena kemampuannya untuk menghilangkan racun dari kulit. Banyak …