Pembangunan Pasar Marema di Jalan Tipar Sukabumi Belum Matang

Ilustrasi Pasar marema Sukabumi

Ilustrasi Pasar marema Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Soal rencana pembangunan pasar marema Ramadan di Jalan Tipar Gede Kecamatan Citamiang terus dimatangkan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi menggelar rapat bersama lapisan masyarakat, Pemerintah Daerah serta unsur yang terlibat lainnya. Hal tersebut, dilakukan agar keberadaan pasar marema dapat berjalan sesuai prosedur sehingga tidak bertabrakan dengan aturan yang ada.

Pasalnya, dengan memanfaatkan jalan sebagai pasar, tentunya hak ini dapat menghambat arus lalulintas dan bisa menimbulkan konflik antara pasar marema dengan pemilik ruko yang berada disekitar lokasi tersebut.

Kota Sukabumi, Faizal Bagindo mengatakan, dengan adanya rencana membuka pasar marema ini tentunya harus terlebih dulu menempuh semua prosedur yang berlaku. Salah satunya, meminta rekomendasi kepada setiap ruko yang berada di wilayah.

“Saat ini kami berembuk dengan semua elemen. Dari mulai masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot), Kepolisian, Dishub dan yang lainnya untuk mengantisipasi dampak dari adanya pasar Ramadan itu,” kata Faizal kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Senin (21/5).

Lanjut Faizal, dengan berembuk seperti ini tentunya akan dapat memecahkan persoalan yang timbul. Misalnya, berkaitan dengan arus lalulintas yang tentunya akan terhambat dapat diantisipasi oleh Dishub sementara dari sisi keamananpun ditangani oleh kepolisian.

“Dan saat ini, semua elemen sudah sepakat untuk kembali menggelar pasar Ramadan. Karena saat ini, hanya tinggal meminta rekomendasi kepada para pemilik ruko,” tuturnya.

Di tahun yang akan datang sambung Faizal, pihaknya menyarankan penyelenggaraan pasar marema ini bisa di gelar di lokasi yang tidak menimbulkan permasalahan. Seperti, di eks terminal ataupun di Lapang Merdeka.

“Sehingga Pemkot dari jauh hari sudah mengkondisikan lahan yang akan dipakai untuk kepentingan pasar marema. Dengan begitu, akan lebih strategis,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya mengikuti selama proses pasar Ramadan ini sesuai dengan prosudur dan menjaga kondusivitas. Selain itu, juga tidak mengganggu retribusi PAD Kota Sukabumi dari sektor pasar.

“Jika sudah ada rekomendasi dari semua pihak. Ya, no problem,” sahutnya.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Pemkot Sukabumi, Andri Setiawan menerangkan, pihaknya sudah melakukan peninjauan lokasi yang akan dijadikan pasar marema tersebut berama tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi. Namun, saat ini usulan belum bisa ditentukan sebab masih dalam proses pembahasan.

“Memang lokasi tersebut memungkinkan untuk dijadikan pasar marema, dikarenakan tidak mengganggu lalulintas dan pertokoan yang lain. Sementara, panjang pasar marema yang diusulkan dengan panjang 50 meter saja dan lebar 20 meter. Itu tidak mengganggu aktivitas yang lain, seperti lalu lintas,” singkatnya.

(radar sukabumi/cr16)


loading...

Feeds