Pamkab Sukabumi Ngaku Sulit Tegakkan Perda Mihol, Ini Alasannya

DIMUSNAHKAN: Ribuan botol Miras dimusnahkan di areaPusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbang Dai) Cikembang, Kecamatan Cikembar, Rabu (16/5)

DIMUSNAHKAN: Ribuan botol Miras dimusnahkan di areaPusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbang Dai) Cikembang, Kecamatan Cikembar, Rabu (16/5)

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengaku sulit menegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 11 tahun 2005 tentang Minuman Beralkohol (Mihol).

Alasannya, meskipun sering melakukan operasi masyarakat, namun keberadaan minuman itu masih saja ada di tengah-tengah masyarakat.

“Hari ini, dalam kondisi penegakan Perda Miras di Kabupaten Sukabumi, saya secara pribadi maupun kelembagaan, merasa sangat kesulitan. Untuk itu, meskipun aturan Perda ini sempat ditarik pemerintah pusat untuk direvisi, tapi untuk Kabupaten Sukabumi tetap Perda Miras nol persen alkohol akan terus diterapkan,” ujar Marwan usai menghadiri pemusnahan ribuan botol Miras bersama jajaran Muspdia Kabupaten Sukabumi di area Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbang Dai) Cikembang, Kecamatan Cikembar, Rabu (16/5/2018).

Lebih lanjut Marwan menjelaskan, rujukan Perda nol persen beralkohol akan tetap diterapkan di Kabupaten Sukabumi berdasarkan musyawarah dan desakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi untuk meredam peredaran Miras.

“Minimalnya untuk meminimalisasi agar Miras tidak banyak beredar di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sehingga tidak ada lagi korban yang meninggal akibat mengkonsumsi Miras oplosan,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga berencana akan melakukan musyawarah bersama Muspida dan tokoh agama serta elemen lainnya, perihal izin lokalisasi khusus bagi para turis dari manca negara yang hendak berkunjung ke objek wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi. Sebab menurutnya, para warga negara asing (WNA) tidak bisa dipungkiri, saat berlibur ke Kabupaten Sukabumi akan mengkonsumi Miras.

“Mereka jika datang ke sini bersama temantemannya suka meminum Miras. Untuk itu, izin lokalisasi khusus bagi turis ini, akan kita bahas bersama para alim ulama. Intinya tempat khusus nanti itu, hanya diperuntukkan bagi para turis, tidak boleh ada warga negara Indonesia yang masuk ke tempat itu,” imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan, menjelang bulan suci Ramadan 1439 Hijriah, Polres Sukabumi bersama Muspida melakukan pemusnahan ribuan botol Miras dari berbagai merk dengan cara dilindas menggunakan alat berat.

“Ada 23.900 botol miras yang kami musnahkan saat ini,” jelasnya. Pemusnahan ribuan botol miras tersebut, ujar Nasriadi, sengaja dilakukan agar tidak ada lagi peredaran Miras, terutama Miras oplosan yang telah menewaskan tujuh warga Kabupaten Sukabumi pada pertengahan April lalu.

“Puluhan ribu miras ini, merupakan barang bukti hasil dari pengungkapan kasus Miras oplosan serta penyitaan dalam operasi pekat yang digelar sepanjang dua bulan terakhir di seluruh wilayah hukum Polres Sukabumi,” timpalnya.

Ia pun berjanji, Polres Sukabumi akan menggencarkan operasi Miras disetiap wilayah hukumnya, terutama di area publik. Seperti di daerah perlintasan Sukabumi – Bogor.

“Kita akan basmi Miras sampai ke akar-akarnya. Apabila nanti petugas dalam operasinya menemukan Miras dalam mobil boks, maka akan kami tindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13)


loading...

Feeds