Waduh, Belum Digunakan GOR Merdeka Sukabumi Sudah Rusak?

Gor Merdeka Kota Sukabumi di Komplek Pemuda yang menelan anggaran Rp 25 Miliar menyisakan banyak masalah mulai dari hutang nasi hingga nunggak upah pegawai.

Gor Merdeka Kota Sukabumi di Komplek Pemuda yang menelan anggaran Rp 25 Miliar menyisakan banyak masalah mulai dari hutang nasi hingga nunggak upah pegawai.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Persoalan proyek GOR Merdeka, Kota Sukabumi, tak hentinya menuai sorotan dari semua elemen. Kali ini, pengamat publik sekaligus sebagai Ketua STIE PGRI Sukabumi, Asep Deni mempertanyakan semua persoalan proyek yang menelan anggar Rp 25 Miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat tersebut.

GOR yang menjadi kebanggaan warga Kota Sukabumi ini, sebelumnya sudah dua kali tersandung masalah. Yakni, para pegawai proyek dibawah naungan PT Mitra Gustina Nanda (MGN) selaku pemenang tender sempat meninggalkan hutang nasi sebesar Rp 20 juta. Tidak hanya itu, upah para kuli bangunan sejak 2 Januari 2018 hingga saat tak kunjung di bayar. Nominal tunggakan gaji ini mencapai hingga puluhan juta.

Ironisnya, Asep juga mempertanyakan kualitas pembangunan yang harus sesuai dengan Detail Engineering Design (DED).

Dari pantauan Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), bangunan megah itu belum sepenuhnya rampung. Sebab, masih ada ruangan yang belum dibenahi.

Misalnya saja, pada dinding bagian luar atau tepatnya di bagian belakang, nampak dinding atap belum dicat dan kabel listrik melintang tak beraturan. Di salah satu ruang plafon pun belum terpasang. Bahkan, sebagian plafon tersebut sudah bolong-bolong.

Selain itu, tangga untuk penyandang difabel dengan ketinggian sekitar empat meter ini dinilai terlalu menanjak dan curam.

“Dalam pembangunan tentunya tidak boleh menyisakan masalah baik dari sisi kualitas bangunan atau pun masalah dengan para pekerja. Karena, para pekerja sudah masuk dalam anggaran pembangunannya,” kata Asep kepada Radar Sukabumi.

Salah satu atap di GOR Merdeka sudah rusak

Salah satu atap di GOR Merdeka sudah rusak

Lanjut Asep, menjadi aneh ketika terdapat pegawai yang berkerja dalam proses proyek tersebut tidak dibayar sementara bangunanya sudah diresmikan. Seharusnya, sebelum melakukan peresmian gedung pemerintah terlebih dulu melakukan audit.

“Sehingga, pembangunan harus sesuai dengan spek atau DED yang sudah ditentukan. Jagan samapai tidak sesuai,” tegasnya.

Menurutnya, ketika muncul permasalahan menjadi kewajiban dari kontraktor yang harus Diselesaikan. Namun, ketika kontraktor tidak berada tentunya pemerintah daerah bisa memfasilitasi dengan kontraktor yang bersangkutan.

“Jangan sampai merugikan masyarakat yang bekerja disitu. Jadi pemerintah daerah yang memberikan projek itu siapa, harus menghubungi pihak perusahaan agar segera diselesaikan semua permasalahannya,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, apabila pembangunan tidak sesuai dengan DED yang ditentukan, tentunya sudah menyalahi aturan perjanjian kontrak sebelumnya.

“Jika tidak sesuai perusahaan dapat dipenalti. Hanya pertanyaanya, ketika sudah diresmikan tentunya dianggap proses pembangunan itu sudah selesai,” terang dia.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Asep Irawan mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait persoalan hutang pihutang tersebut. Namun, pihak perusahaan mengaku sudah tidak ada lagi persangkutan hutang.

“Jika benar, kami siap membantu mempasilitasi antara pekerja dengan pengusaha,” akunya.

Karena tambah Asep, pemerintah masih memiliki jaminan uang dengan besarannya lumayan fantastis yang cukup jika hanya untuk membayar hutang pihutang.

“Ya, kan masih ada jaminannya, jadi tidak perlu khawatir apabila betul masih ada hutang pihutang,” paparnya.

Disinggung terkait kualitas bangunan? ia menjawab, pembangunan GOR merdeka memang belum 100 persen terselesaikan sebab masih ada tahap ke dua dengan jumlah anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk pemeliharaan.

“Memang kontrak pekerjaan nya sudah selesai, tetapi karena anggarannya tidak mencukupi nanti 100 persennya masuk dalam tahap pemeliharaan,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr16)


loading...

Feeds