Pemakaman Umum di Sukabumi Mulai Dipadati Peziarah

Sejumlah warga saat berziarah di pemakaman.

Sejumlah warga saat berziarah di pemakaman.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Tradisi berziarah ke makam keluarga atau nyekar, menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia menjelang bulan suci Ramadhan. Tidak heran, berbagai tempat pemakaman umum dipenuhi warga yang berziarah.

Seperti, yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Bahagia Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi warga mulai melaksanakan tradisi ini dari sejak dua Minggu terakhir.

Seorang peziarah Titoh (68) mengatakan, ia beserta keluarganya melaksanakan tradisi nyekar menjelang Ramadan ini rutin setiap tahun.

“Ziarah ke makam orangtua. Kalau mau menjelang bulan puasa kita kan harus ziarah. Kan banyak yang ziarah ke luar, ke mana ya, ke makam para Wali, masak orangtua yang dekat kenapa tidak diziarahi. Yang penting nomorsatukan orangtua dulu. Sudah biasa setiap tahun ziarah, nanti juga mau lebaran begini juga,” kata Titoh kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), kemarin (15/5).

Banyaknya warga yang datang untuk berziarah, membuat kunjungan ke tempat pemakaman umum meningkat dua kali lipat.

Jika pada hari biasanya tempat pemakaman umum tampak sepi dari peziarah, kini justru padat oleh peziarah yang datang tidak hanya dari dalam kota, namun juga dari luar kota.

Kondisi ini, juga dimanfaatkan oleh warga sekitar tempat pemakaman untuk meraih keuntungan selama musim nyekar ini dengan berjualan bunga di depan gerbang tempat pemakaman.

Bunga yang biasa digunakan untuk ditaburkan di atas makam tersebut dijual dengan harga bervariasi.

Seperti, yang dilakukan salah seorang penjual bunga, Cacih (50) memaparkan, dari hasil berjualan bunga tabur musiman tersebut, dirinya bahkan bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu Rupiah per hari.

“Ya kalau laku ya enak lah jualan kembang itu untungnya lumayan. Kalau modalnya Rp 500 ribu, dapat untung sampai Rp 150 ribu samapai Rp 200 ribu,” paparnya.

Menurutnya, ziarah makam hanya satu dari sekian banyak tradisi masyarakat khususnya umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Ya, ini sudah menjadi kegiatan tahunan kami pasti melakukan jualan bunga karena untungnya lumayan,” tuturnya.

Diterangkannya, membeludaknya warga yang mendatangi TPU tersebut dari sejak dua Minggu terakhir ini. Namun, biasanya warga yang berdatangan akan lebih banyak ketika mejelang satu hari sebelum bulan suci Ramadan dan ketika Idul Fitri.

“Biasnya warga akan lebih banyak berdatangan ketika satu hari menjelang bulan suci Ramadan,” tutupnya.

(radar sukabumi/cr16)


loading...

Feeds

ASN-di-Kota-Depok

Sebar Ujaran Kebencian, ASN Dipecat

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Depok, wajib hati-hati menggunakan media sosial. Karena, jika ASN kedapatan menyebarkan hoax atau …