Lihat! Jembatan di Warungkiara Sukabumi Sangat Memprihatinkan

HATI-HATI: Sebuah kendaraan nampak berhati-hati saat melintasi jembatan Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara yang mulai rusak dan membahayakan.

HATI-HATI: Sebuah kendaraan nampak berhati-hati saat melintasi jembatan Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara yang mulai rusak dan membahayakan.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Jembatan Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara saat ini kondisinya kian memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan. Bupati Sukabumi pun mengaku saat ini tengah mengajukan perbaikan jembatan tersebut kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengingat APBD Kabupaten Sukabumi masih sangat terbatas.

Pantauan Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), jembatan yang beralas kayu ini nampak mulai rusak, padahal penyebrangan yang dibangun pada jaman belanda itu merupakan satu-satunya akses andalan masyarakat sekitar supaya bisa ke tempat publik.

Kepala Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Syahrial Hasan mengatakan, jembatan penyebrangan itu sudah dilakukan perbaikan dua kali. Namun demikian, karena perbaikan tidak dilakukan secara permanen, jembatan pun akhirnya rusak kembali.

“Sudah dua kali diperbaiki, itu pun hasil swadaya masyarakat. Harus diketahui, jembatan ini satu-satunya akses penyebrangan masyarakat, mobil maupun motor untuk ke tempat publik,” akunya, Selasa (15/5/2018).

Syahrial menceritakan, kondisi jembatan yang rusak itu kerap menjadi khawatiran warganya. Pasalnya, saat warga melintasinya ditakutkan kayu landasannya rapuh sehingga membahayakan masyarakat.

“Ya memang, tidak jarang warga ngeluh atas kondisi jembatan itu. Tapi kami hanya bisa mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah, sebab perbaikan yang dilakukan oleh swadaya masyarakat tidak bisa bertahan lama,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Desa Bantarkalong itu pun berharap, pemerintah daerah dapat memprioritaskannya. Selain itu, kondisi jalan yang berstatus milik Pemda Kabupaten Sukabumi juga telah mengalami kerusakan yang cukup parah dan belum mendapat perbaikan selama puluhan tahun.

“Kami harap Pemkab Sukabumi dapat memperhatikannya, ditakutkan jika terus dibiarkan dapat mengancam keselamatan masyarakat, termasuk jalan penghubung Kecamatan Warungkiara, Jampangtengah dan Kecamatan Simpenan ini juga harus mendapat perbaikan,” pintanya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengungkapkan, jembatan Bantarkalong sudah menjadi ajuan priotitas kepada pemerintah provinsi. Hanya saja, hingga kini belum ada jawaban.

“Jembatan Bantarkalong dan Cidahu sebenarnya sudah dua kali diajukan, tapi sampai saat ini belum ada jawaban. Intinya, masyarakat jangan khawatir, karena kami (pemerintah daerah, red) terus berupaya,” ungkapnya.

Adapun soal kondisi jalan Bantarkalong yang menghubungkan tiga kecamatan, Marwan menilai, keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Sukabumi menjadi penyebabnya. Karena hal itu, ia pun terpaksa menggunakan sistem skala prioritas. Artinya, saat ini pemerintah masih memprioritaskan perbaikan jalan yang berdampak terhadap meningkatnya perekonomian warga.

“Anggaran perbaikan jalan itu kan terbatas, jadi pemerintah memperbaikinya secara bertahap dengan konsep skala prioritas. Intinya semua pasti akan kami perhatikan, namun butuh waktu saja,” singkatnya.

(radar sukabumi/Cr15)


loading...

Feeds