Jalan Rusak Warga Bojongjengkol Kabupaten Sukabumi Terpaksa Gendong Ibu Hamil

PRIHATIN : Sejumlah warga Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Jampangtengah, saat menggotong ibu hamil menggunakan kain sarung, untuk dibawa ke Puskesmas Jampangtengah

PRIHATIN : Sejumlah warga Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Jampangtengah, saat menggotong ibu hamil menggunakan kain sarung, untuk dibawa ke Puskesmas Jampangtengah

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Akses jalan warga Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah dan Desa Langkap Jaya Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi sangat memprihatinkan. Selama ini, jalan utama warga ini belum juga dilakukan perbaikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), ribuan warga dari dua kecamatan tersebut merasa gerah dengan kondisi jalan yang kian memprihatinkan. Selain berlubang dikala musim hujan, jalan yang berada di bawah pengawasan pemerintah Kabupaten Sukabumi ini dipenuhi lumpur dan kubangan air.

Sehingga tak ayal, jika banyak pengendara lalu lintas yang terjatuh akibat menginjak jalan berlubang dan licin itu.

Kepala Desa Bojongjengkol, Dadan Sutisna mengatakan, akibat rusaknya jalan tersebut berdampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi warga. Bahkan ia merasa prihatin saat ada warganya yang hendak akan melahirkan.

“Saya suka sedih, apabila ada warga yang ingin mendapatkan perawatan dari tim medis. Karena jalannya dipenuhi lumpur, kami pun tidak bisa menggunakan jalan ini baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun supaya tetap mendapatkan perawatan, warga di sini terpaksa harus menggotong ibu hamil itu menggunakan kain sarung dengan jarak lebih dari 1 kilo meter,” jelas Dadan kepada Radar Sukabumi saat berada di kantor Kecamatan Jampangtengah, belum lama ini.

Selain itu, akibat jalan rusak tersebut, sambung Dadan, ada juga warga Desa Bojong Jengkol yang melahirkan di dalam mobil saat hendak dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jampangtengah.

“Kondisi ini sangat menyedihkan dan membahayakan bagi kami,” tandasnya.

Ia pun mengaku sudah berulang kali mengajukan permohonan bantuan untuk pembangunan jalan tersebut kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi. Namun entah kenapa, hingga saat ini bantuan yang diharapkan warga itu belum kunjung datang.

“Sudah lebih 10 tahun jalan ini rusak dan belum pernah di perbaiki. Kasihan warga di sini, padahal ini akses utama kami berktivitas,” paparnya.

Sementara itu, seorang warga Kampung/Kedusunan Pasirnangka, Desa Bojong Jengkol, Samsuri (45) mengatakan, jalan yang menghubungkan dua kecamatan ini tidak pernah mendapatkan perbaikan jalan selama lima periode kepemimpinan Bupati Sukabumi.

Tak tanggungtanggung jalan rusak parah yang menghubungkan sejumlah desa di dua kecamatan tersebut, mengalami kerusakan sepanjang 15 kilometer.

“Selama ini warga berinisiatif sendiri untuk memperbaiki jalan agar bisa dilewati kendaraan roda empat. Jika panen raya, warga menutup sendiri jalan-jalan berlubang agar truk pengangkut hasil panen bisa lewat. Kalau dibiarkan gak bakalan bisa lewat,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13)


loading...

Feeds