Soal Kasus Kredit Fiktif Rp83 Miliar, Mahasiswa Ontrog Bank Mandiri Sukabumi

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi), mengontrog kantor Bank 
Mandiri.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi), mengontrog kantor Bank Mandiri.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi), mengontrog kantor Bank Mandiri dan Pendopo Kabupaten Sukabumi.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan, mendesak pihak bank agar bertanggungjawab atas dugaan kasus kredit fiktif yang dilakukan Koperasi Bina Usaha (KBU) di Kabupaten Sukabumi.

Akibat kasus tersebut, diduga negara mengalami kerugian mencapai Rp83 Miliar.

Dari pantauan Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), sejumlah massa berorasi di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi dengan mendapatkan pengawalan dari Polres Sukabumi Kota.

Dalam orasinya, mereka menyampaikan beberapa tuntutan. Diantaranya, Kepala Cabang Bank Mandiri Sukabumi didesak bertanggungjawab atas kasus tersebut.

Selain itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi sebagai dinas yang bertugas membina koprasi harus bertanggungjawab terhadap tindakan KBU yang dianggap merugiakan negara. Tak hanya itu, massa juga meminta agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat secepatnya mengusut tuntas dan mengkuak aktor intelektual didalamnya.

Ketua Umum PB Himasi, Eki Rukmansyah mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) kredit fiktif tersebut harus benar ditangani dengan serius. Sebab, disinyalir kasus ini merugiakan negara hingga milyaran rupiah.

“Dalam kasus ini, pemerintah Kabupaten Sukabumi berkerja sama dengan Bank Mandiri membuat program kredit di desa atau kelurahan melalui KBU. Padahal, KBU sendiri sering terjerat kasus sama. Misalnya saja yang terjadi pada 2013 lalu. KBU sempat menghilangkan beberapa persen uang yang entah motifnya apa,” kata Eki, Senin (16/4/2018).

Pihaknya menduga, Kepala Cabang Sukabumi mengabaikan proses bi checking. Karena, ketika menyujuti kredit pinjaman seperti itu seharusnya pihak Bank melakukan bi checking. Jika dalam take record becheking tersebut KBU sempat terjadi kasus, maka pinjaman kredit tidak bisa dikeluarkan.

“Namun, pada kenyataannya tetap saja pinjaman dengan nominal milyaran dapat dicairkan pihak koprasi. Karena itu, pihak bank harus mempertanggungjawabkannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa sebagai agent sosial kontrol sudah seharusnya melawan kezoliman tersebut. Sebab itu, pihaknya akan terus melakukan aksi susulan untuk mengawasi dan mendorong kasus tersebut hingga selesai.

“Ya, kami akan mengadakan aksi lanjutan untuk terus mendesak agar kasus ini dapat ditangani secepatnya,” sahut Eki.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DPKUKM Kabupaten Sukabumi, Asep Jafar mengaku, pihaknya belum meberikan rekomendasi kepada Bank Mandiri atas pinjaman kredit kepada KBU. Dalam hal ini menurutnya, pihak bank memanfaatkan badan hukum privasi untuk melangsungkan pencairannya.

“Setiap tahun kita selalu mengecek dan selalu memberikan pembinaan kepada koprasi,” singkatnya.

(radar sukabumi/cr16)


loading...

Feeds

Eks Presiden Korsel Terancam Mati di Bui

Eks Presiden Korsel Terancam Mati di Bui

Park Geun-hye kemungkinan besar bakal menghabiskan seluruh sisa umurnya di balik jeruji besi. Kemarin (20/7/2018) Pengadilan Distrik Pusat Seoul menjatuhkan …