Kejati Selidiki Kasus Tipikor KUR Bank Mandiri Sukabumi Rp83 Miliar

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat saat ini tengah menyidik kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi program kredit usaha rakyat (KUR) yang diduga fiktif tahun 2010-2012 di Bank Mandiri Cabang Sukabumi.

Sedikitnya 45 orang sudah diperiksa dan dimintai keterangannya dalam kasus ini, pada waktu belum lama ini.

“Ya benar itu, tahapannya sudah masuk penyidikan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Raymond Ali saat dihubungi Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Minggu (15/4/2018).

Menurut Ali, pemeriksaan dan pendalaman kasus ini akan terus dilakukannya. Hal itu mengingat, anggaran yang dialokasikan dalam program KUR ini sejak tahun 2010-2012 mendekati angka ratusan miliar.

“Kalau kerugian, kita belum melakukan penghitungan. Hanya saja, anggaran untuk program kredit ini mencapai Rp83 miliar lebih,” akunya.

Mendalami kasus ini, Ali mengaku telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang ada di Kabupaten Sukabumi. Hal ini untuk memperkuat, apakah dalam kasus ini apakah benar-benar ada pelanggaran atau tidak. Selain saksi, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus ini, baik dari saksi maupun dari pihak Bank Mandiri.

“Sudah ada dokumen yang kami amankan. Kalau saksi, sudah 45 orang yang kita panggil dan periksa,” akunya.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, meskipun saat ini tahapan kasusnya sudah masuk dalam penyidikan, namun ia mengaku belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Ia berjanji akan menyampaikan kepada publik, bila sudah ada pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sejauh ini belum ada, tunggu saja. Nanti juga akan kami sampaikan kepada publik,” pungkasnya.

Pantauan Radar Sukabumi, pada pemeriksaan beberapa pekan kemarin, dari puluhan saksi yang dipanggil, satu diantaranya adalah Camat Cibadak, Heri Sukarno.
Setelah pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di gedung Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Heri mengaku telah dimintai keterangan soal penerima aliran dana kredit tersebut.

“Dari banyak pertanyaan yang diajukan, saya kebanyakan menjawab tidak tahu. Karena memang saat itu bukan saya yang menjabat,” singkatnya.

Sementara itu, saat wartawan ini melakukan konfirmasi kepada pihak Bank Mandiri Cabang Sukabumi, pihak bank sampai berita ini ditulis belum juga memberikan keterangan.

“Maaf gak bisa, harus ada janji dulu,” singkat seorang petugas keamanan, Syarifudin.

Wartawan ini pun kembali melakukan konfirmasi kepada salah satu pegawai bank, lagi-lagi mereka enggan memberikan keterangan.

“Kami tidak tahu dan kami tidak punya kewenangan untuk berbicara kepada media. Untuk urusan media, harus dari pusat. Nanti saya akan kontak dulu,” singkat wanita berhijab nan cantik itu.

(radar sukabumi/ren)


loading...

Feeds