Dua Proyek di Jampangtengah Tak Sesuai Spesifikasi, Inspektorat Turun Tangan

DISOAL: Seorang warga Tanjungsari, tengah melintas di lokasi pembangunan rabat beton di jalan Kampung Tanjungsari, RT 2/6, yang disoal warga.

DISOAL: Seorang warga Tanjungsari, tengah melintas di lokasi pembangunan rabat beton di jalan Kampung Tanjungsari, RT 2/6, yang disoal warga.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Soal dua proyek pembangunan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi, Inspektorat Kabupaten Sukabumi akhirnya memastikan akan segera turun tangan.

Dalam waktu dekat, Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) ini akan memeriksa seluruh keuangan Desa Tanjungsari.

“Laporan pengaduannya sudah kami terima, segera akan kami tindak lanjuti,” ujar Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sukabumi, Komarudin saat dihubungi Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Kamis (22/3/2018).

Diakui Komar, laporan pengaduan tersebut ia terima langsung dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjungsari. Dalam laporannya, BPD mendasar pada hasil mediasi antara warga yang menyoal dengan pemerintah desa.

“Laporan itu kami terima pada Selasa kemarin. Seluruh keuangan desa itu akan kami periksa, khususnya yang menyangkut soal anggaran dua proyek yang disoal warga,” imbuhnya.

Menurut Komarudin, nantinya tim yang diterjunkan akan memeriksa hasil pekerjaan dan mencocokannya dengan pagu anggaran. Jika memang dari hasil pemeriksaan itu ditemukan ketidaksesuaian spesifi kasi, maka pihaknya akan mengeluarkan sanksi supaya sisa anggaran dikembalikan ke kas desa.

“Kita lihat saja hasil pemeriksaan nanti, jika ditemukan pelanggaran, maka uang itu harus dikembalikan,” tegasnya.

Ditegaskan Komarudin, kegiatan atau proyek pembangunan di seluruh instansi memang rawan terjadi pelanggaran. Rata-rata pelanggaran yang ditemukan ialah ketidaksesuaian spesifi kasi.

“Makanya nanti, selain akan memeriksa kami juga sekaligus akan memberikan pembinaan kepada mereka,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungsari, Dillah Hablillah mengaku, proyek pembangunan rabat beton yang dilaksanakan di Kampung Tanjungsari, RT 2/6 itu jumlah anggarannya sebesar Rp50 juta, dengan panjang 600 meter dan lebar 1,6 meter.

Sementara proyek jembatan yang dibangun di Kampung Legok Bayur, anggaran yang digunakan ialah sebesar rp20,4 juta dan semua kegiatan dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Neglasari.

“Saat warga datang ke kantor desa dan mempertanyakan terkait anggaran DD 2017 yang dialokasikan pada pembangunan rabat beton dan jembatan ini, sudah kami sampaikan dengan baik. Bahkan sebagai bentuk ketegasan, Ketua TPK-nya langsung kami ganti sesuai dengan aspirasi warga,” akunya.

Selain itu, Dilah juga mengaku ada sisa anggara dari proyek pembangunan kedua proyek itu. Meskipun demikian, ia mengklaim semua proyek telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan mekanisme yang ada. Para pekerjanya pun adalah warga setempat.

“Ada sisa anggaaran dari kedua pembangunan itu sekitar Rp2 juta. Kami tahu adanya sisa ini setelah mempertanyakan langsung kepada TPK, karena mereka lah yang melaksanakannya dengan melibatkan warga setempat,” imbuhnya.

Ia pun mengaku langsung memerintahkan kepada Ketua TPK Desa Tanjungsari yang baru, supaya sisa anggaran itu digunakan untuk melanjutkan pembangunan jembatan dan rabat beton di lokasi yang sama.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini, kami akan kembali membangun dan melanjutkan kedua proyek itu. Sehingga kualitas dan kuantitas pembangunannya lebih baik. Bahkan, sejumlah material pembangunan sekarang ini sudah berada di lokasi pembangunan,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13)


loading...

Feeds

Masyarakat saat mengikuti pelatihan yang di adakan Cirebon Power. Foto: mik/pojokjabar.com

Berdayakan Masyarakat Lewat Program Vokasi

POJOKJABAR.com, CIREBON – Cirebon Power melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui program keahlian. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Vokasi – Teknisi Instalasi Listrik …
Rumah Terdampak Proyek LRT Didata

Rumah Terdampak Proyek LRT Didata

Protes sejumlah warga di RT 001/004 Kelurahan Margajaya Kecamatan Bekasi Selatan yang terdampak proyek pembangunan LRT yang merusak beberapa rumah.