Irigasi Cipedundey Rusak, Lahan Pertaian di Lima Desa Terancam

SALURAN AIR : Seorang petugas Desa Sirnaresmi menunjukan saluran irigasi Cipeundey yang mengalami pendangkalan

SALURAN AIR : Seorang petugas Desa Sirnaresmi menunjukan saluran irigasi Cipeundey yang mengalami pendangkalan

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Warga Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi mengharapkan pembangunan normalisasi saluran irigasi Cipedundey. Pasalnya, saluran irigasi ini sering dimanfaatkan warga dilima desa dari dua kecamatan supaya lahan pertaniannya bisa terairi.

Namun saat ini kondisinya tidak berfungsi optimal lantaran banyak pintu irigasi yang rusak dan bocor, juga banyak terjadi pendangkalan disepanjang saluran irigasi. Sehingga air untuk mengairi lahan pertanian tidak bisa mengalir maksimal.

Kepala Desa Sirnaresmi, Rizal Indarsyah mengatakan, saluran irigasi Cipeundey merupakan saluran air utama bagi warga untuk bisa mengairi lahan pertaniannya di Desa Gunungguruh, Desa Kebonmanggu dan Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh serta Desa Kertaraharja dan Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar.

“Namun karena airnya tidak mengalir maksimal, maka banyak petani yang tidak bisa bercocok tanam,” jelas Rizal, Rabu (21/3/2018).

Pihaknya sudah berupaya berulang kali menyampaikan aspirasi warganya kepada pemerintah daerah. Seperti mengajukan proposal ke Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Sukabumi untuk pembangunan normalisasi sepanjang saluran irigasi tersebut. Namun hingga saat ini, bantuan tersebut belum juga terealisasi.

“Kalau musim hujan warga di sini masih bisa bercocok tanam. Tetapi jika sudah musim kemarau, para petani tidak bisa menanam padi, karena sawahnya kering,” tandasnya.

Pengurus Mitra Air Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Duduh (48) mengatakan, di wilayah Kecamatan Gunungguruh ini, terdapat 514 hektare sawah yang dialiri oleh irigasi Cipeundey. Karena, banyak pendangkalan dan kebocoran di sepanjang saluran irigasi ini, sehingga berdampak terhadap lahan petanian warga tidak bisa tanami padi lantaran mengering. Apabila musim hujan, para petani masih bisa bercocok tanam.

“Apalagi untuk Desa Sirnaresmi, bila kemarau pasti tidak akan kebagian air,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Desa Sirnaresmi ini memiliki lahan pesawahan seluas 117 hektare. Namun lahan pertanian yang teraliri oleh air dari saluran irigasi Cipeundey hanya seluas 97 hektare.

Untuk itu, agar para petani bisa mendapatkan air, ia sebagai mitra air telah mengantisipasinya dengan cara bergiliran. Sebab itu, ia berharap kepada pemerintah agar ada pembangunan normalisasi saluran irigasi. Sehingga air dapat mengalir ke seluruh lahan pertanian di wilayah Desa Sirnaresmi secara maksimal.

“Saluran irigasi ini idealnya harus memiliki lebar 4 meter. Namun karena ada penyempitan, maka saat ini lebar saluran air hanya satu meter. Tidak heran jika musim hujan seperti saat ini, banyak lahan pertanian yang terendam air akibat luapan dari saluran irigasi,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13/d)


loading...

Feeds

Rahmat Effendi-Tri Adhianto

Ini Program 100 Hari Kerja Rahmat-Tri

Kepala daerah terpilih periode 2018-2023 hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono, telah menyusun …